Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2024

Ini Dia Sosok Gus Yesa Tantang "Caleg Spesial" Gianyar Untuk Adu Gagasan

  


Gianyar - Hadir dalam bursa Calon Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tingkat I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Gianyar, Ida Bagus Nyoman Devisa Yesa yang akrab dipanggil Gus Yesa.


Caleg milenial ini menantang "Caleg Spesial" dari partai penguasa berdialog secara terbuka dengan bedah gagasan.


Ditemui di 'Sudut Coffe' Gianyar, Senin 05-01 2024 kepada media, Gus Yesa menerangkan tujuannya tersebut agar masyarakat dapat memahami apa dan bagaimana gagasan calon wakil rakyat mampu mengakomodir apa yang sangat dibutuhkan rakyat.


"Rakyat harus bisa melihat langsung perubahan positif apa yang mendesak saat ini serta apa yang kita ditawarkan untuk masyarakat Gianyar." terang Gus Yesa


Caleg yang dimaksud oleh Gus Yesa merupakan salah satu kandidat kuat di Gianyar dan merupakan kader spesial parpol. 


"Caleg ini mampu melangkahi incumbent (petahana) tingkat I lainnya di Gianyar," tambah Gus Yesa


Beberapa sumber yang sempat beredar menyebutkan bahwa Calon legelislatif tersebut sebagai Caleg berkualitas  katanya,  hingga layak beradu argumen dan gagasan secara terbuka.


"Oleh karena itulah saya tertarik untuk bisa beradu gagasan dengan dia, yaitu Caleg Spesial Gianyar (red) dengan cara langsung, terbuka disaksikan seluruh masyarakat Gianyar, Boleh juga disiarkan secara Live," lanjut dia


Banyak baliho yang terpampang dan ada  dimana-mana, bahkan beredar isu Caleg tersebut mampu melangkahi incumbent lainnya di tingkat I.


"Melihat fenomena tersebut tentunya caleg ini sangatlah hebat dan berkualitas,"  lanjut Gus Yesa kepada awak media.


Dengan penuh harap, Gus Yesa menginginkan agar caleg tersebut merespon tantangan diskusi terbuka disambut positif oleh Caleg yang dimaksud.


Pihak Gus Yesa siap menfasilitasi semua keperluan agar acara tersebut bisa terlaksana.


"Mudah-mudahan yang bersangkutan berkenan menerima tantangan diskusi kami, hal ini sebagai upaya untuk menghadirkan pencerahan serta edukasi politik yang positif ke masyarakat, khususnya para caleg muda Gianyar.


"Tantangan yang membangun dan mengedukasi ini, agar masyarakat Gianyar bisa lebih mengetahui Visi misi calon pemimpinnya, paham apa rencana kerjanya. Bukan sekedar baliho,  kayak membeli kucing dalam karung, masyarakat hanya tahu gambar dan baliho saja tanpa memahami langsung melalui dialog berdiskusi terbuka.


"Saya harap masyarakat Gianyar tidak membeli kucing Dalam karung,"  sindir Yesa


Lanjut Gus Yesa, menjadi Caleg DPRD Bali Dapil Gianyar, diskusi terbuka atau bedah gagasan sangat penting dilakukan di era keterbukaan informasi saat ini.


Sebagai caleg milenial yang diusung Partai PSI dirinya selalu mengedepankan keterbukaan, karena PSI memiliki ruh inklusif dan pluralis. Gus Yesa terus selalu aktif dalam mensosialisasikan rencana kerja sebagai calon wakil rakyat.


"Sebagai calon legislatif  berlandaskan rasa solidaritas dari kalangan milineal kami berkomitmen untuk membuat perubahan positif kaum muda Gianyar untuk NKRI tercinta," tutupnya  (*)

Minggu, 27 Februari 2022

Menteri Agama Tegaskan Tidak Pernah Bandingkan Suara Adzan Dengan Suara Anjing

  


JAKARTA  - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tidak sama sekali membandingkan suara adzan dengan suara anjing yang ramai diberitakan oleh beberapa media.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Data dan Informasi Thobib Al Asyhar menyampaikan konteks yang disampaikan oleh Menteri Agama adalah terkait pentingnya pengaturan suara adzan agar tidak terlalu bising.

Menteri Agama, kata Thobib hanya sekedar memberikan contoh sederhana dalam kehidupan bermasyarakat.

“Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” kata Thobib dalam keterangan resminya, dikutip Alonesia.com, Kamis, 24 Februari 2022.


Lanjut Thohib apa yang disampaikan Menteri Agama saat diwawancara media terkait persoalan Surat Edaran tersebut tidak dalam konteks membanding-bandingkan


Thohin menyebut Menteri Agama menerangkan bahwa masyarakat Indonesia yang beragam diperlukan sikap saling toleransi, sehingga diperlukan pengaturan mengenai pengeras suara di Masjid dan Mushola sebagaimana tertuang didalam Surat Edaran (SE) Nomor 05 tahun 2022.


Baca Juga: Umrah Perdana Sejak Pandemi, Kemenag Ingatkan Harus Patuhi Kebijakan Satu Pintu


"Dalam penjelasan itu, Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya, makanya beliau menyebut kata misal. Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara,” bebernya.


Lebih lanjut Menteri Agama yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu tidak melarang penggunaan pengeras suara saat mengumandangkan adzan baik di masjid maupun musala, melainkan mengatur agar volume suara maksimal 100 dB (Desibel) dan waktu penggunaan speaker disesuaikan.


“Jadi dengan adanya pedoman penggunaan pengeras suara ini, umat muslim yang mayoritas justru menunjukkan toleransi kepada yang lain. Sehingga, keharmonisan dalam bermasyarakat dapat terjaga,” tuturnya.***

Selasa, 21 Januari 2020

Jalur Malang – Surabaya Diblokir Ribuan Buruh Pasuruan




Pasuruan, Tribunusantara.com - Ribuan buruh dari SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia)  Pasuruan, Selasa (1/11/2016) siang,  blokade jalan raya jurusan Surabaya – Malang, tepatnya di seputaran bundaran Apollo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Para buruh berkonvoi menggunakan sepeda motor, truk dan bus menuju lokasi. Mereka berorasi secara bergantian di atas mobil pick up di sepanjang jalur yang dilaluinya. Kalangan buruh dari berbagai perusahaan ini, juga membeber spanduk.

Isi tulisannya menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang Pengupahan dan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.  Kata Basuki Widodo, Korlap Aksi, PP tersebut sangat merugikan para buruh. Tidak itu saja, kata Basuki, aturan itu sangat memberatkan buruh. Dikatakan Basuki, Soekarwo tidak mendukung buruh.

“Padahal sesuai UMK Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 3,1 juta/bulan. Yang kami tidak habis pikir, kok bisa Pakdhe Karwo memutuskan upah menjadi Rp 2,5 juta/bulan. Ini namanya Pakdhe Karwo tidak melihat dan mengakui hasil survei kebutuhan hidup layak di Jatim,” tegas Basuki sembari terus berorasi. Berkali-kali Basuki menyatakan kalau keputusan Gubernur Jatim sangat merugikan para buruh. Bahkan kata Basuki, Padhe Karwo sama halnya dengan menelantarkan buruh.

Aksi ribuan buruh dari berbagai perusahaan di Pasuruan ini sempatmembuat macet akses Malang – Surabaya atau sebaliknya. Untuk menertibkan kemacetan tersebut, petugas dari polsek dan polres turun ke lokasi. Akhirnya arus lalin kembali normal menyusul para buruh meneruskan perjalanannya menuju ke Kantor Gubernur Jatim di Surabaya.