View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Minggu, 29 Maret 2026

Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Ketersedian Stock dan Harga 14 Bapoting Tetap Stabil

 


Guna memastikan stok dan harga 14 bahan pokok penting (bapokting) yang stabil untuk masyarakat, Polda Bali melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan kembali turun langsung ke Pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor sebagai sasaran sidak pasar.


Tim Satgas Saber Pangan Provinsi Bali yang beranggotakan Ditreskrimsus Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, Bulog Kanwil Bali dan Badan Pangan Nasional ( Bapanas) melaksanakan sidak pasar pada Pasar Kreneng, Distributor dan Ritail Modern Denpasar, Senin (30/3/2026).


Pada kegiatan tersebut, Satgas Pangan melaksanakan sidak pada Toko Kamila, Toko Daging Sapi dan potong ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri yang berlokasi di Pasar Kreneng, Distributor UD. Sari Limo Jalan Raya Gatsu, serta ritel Modern Supermarket Tiara Dewata yang berlokasi di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar.


Tim lebih berfokus pada kesesuaian harga jual dan ketersediaan stock pada 14 Bapoting seperti beras, telur, cabai, bawang, dan daging di lapangan agar sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah. Tim juga sekaligus menelusuri jalur distribusi bahan pangan serta memastikan ketersediaan stok di gudang pada distributor di Bali.


Dari hasil pemantauan sementara, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, masih relatif stabil dengan pasokan yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.


Meski demikian, Satgas Saber Pangan tidak lengah. Para pelaku usaha diingatkan untuk tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.


Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan terjadi keterjangkauan harga, keterjaminan mutu pangan serta ketersediaan pangan, dan sekaligus juga dapat memastikan keamanan stock barang, sehingga masyarakat dapat memperoleh 14 Bapoting dengan harga wajar dan mudah untuk di Wilayah Bali.


Ini juga menjadi tindak lanjut Polri dalam merespon terkait ketidaksatbilan harga 14 bapokting, serta salah satu bentuk nyata Polri dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia yang menjamin ketersediaan pangan untuk masyarakat. (*)

Sabtu, 28 Maret 2026

Kodim 0910/Malinau Berperan Aktif Dalam PAM Gabungan IDUL FITRI 1447 H di Pelabuhan Speed Malinau

 


Malinau – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Kodim 0910/Malinau menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan Pengamanan (PAM) Gabungan yang dilaksanakan di Pelabuhan Speed Kabupaten Malinau, pada Minggu (29/03/2026).


Kehadiran personel Kodim 0910/Malinau menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pengamanan, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan penumpang serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan. Bersama unsur terkait lainnya seperti Polres Malinau, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, TNI hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman.


Peran aktif yang ditunjukkan oleh prajurit Kodim 0910/Malinau mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung tugas pengamanan wilayah, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pada momentum penting seperti arus mudik dan balik Lebaran.


Pengamanan difokuskan pada area keberangkatan dan kedatangan penumpang, serta pengawasan aktivitas masyarakat guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.


Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya kejadian menonjol. Hal ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antar instansi serta kesiapsiagaan personel di lapangan, khususnya dari Kodim 0910/Malinau.


Dengan adanya keterlibatan aktif TNI, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan semakin meningkat, serta terciptanya suasana yang kondusif selama perayaan Idul Fitri.

Perkembangan Kasus Pembunuhan WNA Belanda Polda Bali Tetapkan Dua Tersangka DPO


Denpasar - Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Dr. I Gede Adhi Mulyawarman S.I.K., S.H., M.H., Kapolres Badung AKBP Josef E Purba S.I.K., beserta jajaran Jatanras dan Kasubid PID mewakili Kabid Humas, didepan para awak media menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan WNA asal Belanda, sabtu 28/3/2028.


Aksi kriminal terjadi di kawasan Kuta Utara Badung dimana seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda an. RP menjadi korban penganiayaan hingga korban meninggal dengan kondisi mengenaskan, peristiwa ini terjadi pada selasa dini hari, 24 maret 2026, di depan sebuah vila di jalan raya semer, Kerobokan.


Kronologi Peristiwa bermula saat korban RP bersama seorang saksi berinisial P keluar dari vila untuk mengajak anjing peliharaan berjalan-jalan. Tak lama kemudian, dua orang pria misterius yang mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam masuk ke dalam gang buntu tersebut.


Saksi P sempat kembali ke vila untuk mengunci pintu atas permintaan korban. Namun saat kembali, saksi melihat korban sudah diserang secara brutal oleh para pelaku menggunakan senjata tajam. Pelaku yang menggunakan atribut jaket ojek online tersebut langsung melarikan diri ke arah jalan utama setelah mengeksekusi korban.


Akibat serangan tersebut, korban an. RP mengalami luka terbuka parah pada bagian leher, pipi kiri, tangan, dan punggung. Meski sempat dilarikan ke RS BIMC Kuta menggunakan ambulans, korban dinyatakan meninggal dunia, kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.


Di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Sat Reskrim Polres Badung dan Polsek Kuta Utara beregerak cepat langsung mengamankan sejumlah barang bukti krusial, antara lain:

Satu bilah mata pisau sepanjang 30 cm.

Dua unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk survei dan eksekusi.

Sandal, senter, dan sampel darah di lokasi.

Pakaian serta barang pribadi milik korban.


Satreskrim Polres Badung dan Polsek Kuta Utara melakukan olah TKP, memeriksa sembilan orang saksi, serta mengumpulkan data CCTV dan GPS. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melacak identitas para terduga pelaku.


Dari hasil pemeriksaan tersebut mengarah kepada pada dua orang terduga pelaku yang menurut hadsil koordinasi diperkirakan memasuki Bali pada 18 Februari 2026.


"Mulai hari ini Polda Bali telah menetapkan kedua terduga pelaku sebagai Tersangka yang diperkirkan telah meninggalkan Bali dan transit di suatu negara dan kami akan segera koordinasi dengan pihak Interpol untuk secara resmi menerbitkan status DPO, terhadap kedua tersangka".


Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, serta pasal-pasal berlapis terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian, ungkap KBP Gede Adhi.


Pada kesempatan tersebut Dirreskrimum menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kriminalitas yang melibatkan warga negara asing. 


Kami menghimbau Masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat apabila mengetahui adanya kejadian kriminal maupun segala aktivitas mencurigakan yang melibatkan warga negara asing, demi menjaga situasi Kamtibmas Bali agar tetap aman dan kondusif, tegasnya. (*)

Jumat, 27 Maret 2026

Takeda Borong Dua Penghargaan PR INDONESIA Awards 2026, Bukti Komunikasi Strategis

      


Jakarta, 17 Maret 2026 – PT Takeda Innovative Medicines kembali meraih pengakuan dalam ajang PR INDONESIA Awards 2026 dengan memenangkan dua penghargaan Silver pada kategori “Public Affairs: Stakeholder Management” dan “Public Relations: Community-Based Development”. Pencapaian ini melanjutkan konsistensi Takeda yang telah meraih penghargaan pada ajang yang sama selama tiga tahun berturut-turut.


Sebelumnya, pada 2025 Takeda meraih penghargaan Gold kategori Digital PR melalui program “Kampanye Digital CegahDBD”, dan pada 2024 memperoleh Bronze kategori Program Corporate PR melalui “Kampanye Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)”.


PR INDONESIA Awards merupakan ajang kompetisi Public Relations (PR) prestisius yang diselenggarakan sejak 2016 untuk mengapresiasi kinerja komunikasi organisasi dan korporasi yang berdampak dan berkelanjutan.

Penghargaan kategori Public Affairs: Stakeholder Management diberikan atas upaya Takeda dalam membangun dan menjaga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi profesi, dan mitra strategis, guna mendukung prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia.


Sementara itu, penghargaan kategori Public Relations: Community-Based Development diberikan atas program Women at the Center (WAC) atau Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK), yang merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) global Takeda. Program ini diimplementasikan di Indonesia bersama United Nations Population Fund dan bertujuan memperkuat akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui peningkatan kapasitas penyedia layanan serta kolaborasi lintas sektor.


Head of Public Affairs and Communications Takeda, Revi Renita, menyampaikan, “Kami bersyukur atas penghargaan yang kembali diberikan melalui PR INDONESIA Awards tahun ini. Bagi Takeda, penghargaan ini bukan semata apresiasi atas program komunikasi, tetapi juga pengakuan atas pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan untuk mendukung prioritas kesehatan di Indonesia. Bagi kami, pengakuan selama tiga tahun berturut-turut ini mencerminkan kerja tim yang solid serta kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah, organisasi profesi, dan mitra seperti UNFPA, dalam menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.”


CEO PR INDONESIA, Asmono Wikan, menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang ini terus meningkat setiap tahunnya. “Peningkatan jumlah partisipasi setiap tahun menunjukkan bahwa praktik komunikasi strategis di Indonesia terus berkembang. Penghargaan yang diterima Takeda tahun ini mencerminkan pendekatan komunikasi yang tidak hanya kuat secara strategi, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata, baik dalam pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan maupun dalam inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.”


Sebagai mitra pelaksanaan program CSR, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik pengakuan ini sebagai refleksi dari pentingnya kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak perempuan. Program PIHAK adalah bukti nyata komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan dan meningkatkan akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis ini, UNFPA bersama Takeda dan para pemangku kepentingan berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap penyintas menerima dukungan yang aman, tepat, dan berkualitas.”


Program WAC/PIHAK merupakan bagian dari program CSR global Takeda yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 2023 dengan durasi empat tahun, melibatkan berbagai kementerian, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lokal di sejumlah wilayah intervensi.

Kamis, 26 Maret 2026

Personel Kodim 0910/Malinau Bersama Instansi Terkait Laksanakan Pengamanan Idul Fitri 1447H di Bandara R.A. Bessing

 



Malinau – Pada hari ini, Jumat, 27 Maret 2026, dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, personel Kodim 0910/Malinau bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan pengamanan di Bandara R.A. Bessing, Kabupaten Malinau.


Kegiatan pengamanan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan udara selama momentum Idul Fitri.


Komandan Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf M. Syaiful Arif, menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak dalam menjaga stabilitas wilayah.


“Pengamanan menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga keamanan dan kondusifitas Malinau, khususnya selama perayaan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, serta instansi terkait sangat penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama para penumpang yang menggunakan transportasi udara.


Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Idul Fitri dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat.

Patroli Dialogis Sat Samapta Polres Gianyar Di Pengadilan Negeri Gianyar, Situasi Aman Dan Kondusif

 


Gianyar – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Sat Samapta Polres Gianyar melaksanakan kegiatan patroli dialogis di kawasan Kantor Pengadilan Negeri Gianyar pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 09.20 Wita.


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh AIPTU I Wayan Adi Susila bersama anggota BRIPKA Putu Gede Adi Pradana dengan menggunakan kendaraan dinas Kijang 905. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan sambang serta berinteraksi langsung dengan petugas di lingkungan Pengadilan Negeri Gianyar.


Petugas patroli menyampaikan pesan-pesan kamtibmas guna meningkatkan kewaspadaan serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama berlangsungnya kegiatan persidangan.


Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kegiatan sidang di Pengadilan Negeri Gianyar masih berlangsung dengan situasi yang aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol, serta kondisi di sekitar area terpantau terkendali.


Kasat Samapta Polres Gianyar, AKP Wibowo Sidi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna memastikan stabilitas keamanan di objek vital.


“Patroli dialogis ini kami laksanakan sebagai upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di objek vital seperti Pengadilan Negeri. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan petugas agar tetap waspada serta segera melaporkan apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan,” ujar AKP Wibowo Sidi.


Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri dalam menjaga keamanan wilayah hukum Polres Gianyar. (*)