View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Sabtu, 10 Oktober 2026

Takeda Perkuat Dukungan bagi Pengembangan Ekosistem Plasma di Indonesia

Mila Rahmania (YLAB), Ns. Aswardi, S.Kep., M.Kep. (Kemenkes RI), Yusnidar Patah (HMHI), Andreas Gutknecht (Takeda), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), dr. Linda Lukitari Waseso (PMI Pusat), dan Dimas Adhi Sugiharto (PPIPI) berfoto bersama dalam kegiatan International Plasma Awareness Week 2026.



JAKARTA, 7 Oktober 2026 – Takeda bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan pentingnya donor plasma dalam mendukung perawatan pasien. Upaya ini dilakukan dalam momentum International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema global “Plasma Powers Possibility”.


Selama ini, masyarakat Indonesia lebih mengenal donor darah dibandingkan donor plasma. Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) untuk membantu perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.


Berbeda dengan obat yang diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya bergantung pada kontribusi donor dan sistem pengambilan plasma yang aman serta andal. Oleh karena itu, keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga layanan kesehatan bagi pasien.


Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem plasma nasional.


“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut,” ujarnya.


Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menambahkan bahwa PODP memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu.


Menurutnya, pasien yang membutuhkan terapi tersebut memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan ekosistem plasma diperlukan untuk mendukung ketersediaan PODP yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta didukung bukti klinis yang memadai.


Dalam konteks penguatan sistem kesehatan nasional, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., juga menekankan pentingnya menghubungkan penguatan ekosistem plasma dengan kebutuhan pasien.


“Produk Obat Derivat Plasma (PODP) dapat berperan penting dalam perawatan berkelanjutan bagi pasien dengan kondisi seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer. Melalui International Plasma Awareness Week 2026, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma, peran donor, serta keterkaitan kontribusi setiap individu dengan kebutuhan pasien, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih kuat untuk memperkuat tatalaksana pengobatan dengan PODP,” ungkap Nadia.


Edukasi Plasma dan Pentingnya Donor


Peningkatan pemahaman masyarakat dimulai dengan mengenal plasma, proses pengambilannya, serta manfaatnya bagi perawatan pasien.


Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma mencakup sekitar 55 persen volume darah dan mengandung berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi, serta faktor pembekuan.


“Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan, dan imunodefisiensi,” jelasnya.


Ia menambahkan, edukasi mengenai plasma dan proses pengambilannya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman tentang kontribusi donor dalam mendukung perjalanan perawatan pasien.


Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, turut menekankan pentingnya keberadaan donor yang memenuhi persyaratan, praktik pengambilan plasma yang aman, serta layanan darah dan plasma yang memadai.


Kolaborasi antara layanan darah dan plasma dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung ketersediaan plasma dan penanganan pasien yang membutuhkan PODP.


Dari perspektif komunitas donor, Kepala Komunikasi dan Informasi Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB), Mila Rahmania, menilai bahwa pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong partisipasi yang berkelanjutan.


“Banyak orang terdorong untuk berkontribusi ketika memahami untuk apa kontribusi mereka dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, membangun partisipasi yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat untuk berdonor, tetapi juga dengan membantu mereka memahami kontribusinya, memastikan mereka mendapatkan pengalaman donor yang baik, dan merasa dihargai melalui apresiasi yang tepat,” ujarnya.


Menurut Mila, komunitas donor juga berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat, meluruskan kesalahpahaman, serta membangun komunikasi dengan komunitas pasien, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar informasi mengenai plasma lebih mudah dipahami masyarakat.


Ketersediaan PODP Penting bagi Pasien


Bagi pasien dengan kondisi medis tertentu, ketersediaan PODP secara berkelanjutan merupakan bagian penting dari perjalanan perawatan dan upaya menjaga kualitas hidup.


Plt. Bidang Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Yusnidar Patah, yang juga merupakan penyandang hemofilia B berat, menyoroti pentingnya penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan bagi penyandang hemofilia, termasuk tantangan dalam memperoleh perawatan di berbagai wilayah Indonesia.


Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ekosistem plasma yang mampu mendukung keberlanjutan ketersediaan terapi bagi pasien di Indonesia.


Hal serupa disampaikan Ketua Yayasan Pasien Imunodefisiensi Primer Indonesia (YPIPI), Dimas Adhi Sugiharto. Ia menjelaskan bahwa imunoglobulin merupakan terapi rutin yang dibutuhkan pasien imunodefisiensi primer untuk membantu menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi risiko infeksi berat berulang.


“Bagi pasien Imunodefisiensi Primer, imunoglobulin bukan sekadar terapi pendukung — ini adalah terapi yang kami butuhkan secara rutin agar bisa tetap hidup sehat. Tanpa terapi ini, pasien sangat rentan terhadap infeksi berat yang berulang, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis bahkan mengancam jiwa,” kata Dimas.


Ia menambahkan, ketersediaan imunoglobulin sangat bergantung pada plasma. Tantangan yang dihadapi pasien tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan terapi, tetapi juga keterjangkauan dan akses yang berkesinambungan.


“Karena itu, pasokan plasma yang berkelanjutan sangat berarti bagi kami — inilah yang memastikan pasien Imunodefisiensi Primer bisa terus menjalani pengobatan dan hidup sehat seperti orang lain,” lanjutnya.


Pengalaman para pasien tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem plasma membutuhkan kontribusi berbagai pihak, termasuk pemerintah, layanan kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor plasma, serta industri.


Takeda Dukung Penguatan Ekosistem Plasma di Indonesia


Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem plasma, Takeda memanfaatkan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung pengembangan infrastruktur plasma di Indonesia.


Melalui jaringan BioLife di berbagai negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan regulasi yang berlaku.


Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa PODP memiliki peran penting dalam mendukung perawatan pasien dengan kondisi kompleks dan mengancam jiwa.


“Di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan. Dengan pengalaman dan keberadaan Takeda di Indonesia, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung prioritas kesehatan jangka panjang Indonesia,” ujarnya.


Sejalan dengan tema “Plasma Powers Possibility”, IPAW 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan plasma, mulai dari kontribusi donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga pemanfaatannya sebagai PODP dalam perawatan pasien, merupakan rangkaian yang saling terhubung.


Melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, penguatan ekosistem plasma Indonesia diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ketersediaan PODP, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan pasien di Indonesia.


Jumat, 09 Oktober 2026

Kawal Bantuan untuk Rakyat, Babinsa Sawaran Kulon Hadir dalam Penyaluran BLT DD

  


Lumajang – Komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada warga yang membutuhkan. Babinsa Sawaran Kulon Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Sertu Moh. Saeroji, melaksanakan pendampingan penyerahan BLT DD periode Agustus hingga Oktober 2026 di Aula Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran penyaluran bantuan pemerintah desa sekaligus memastikan proses penyerahan berlangsung tertib, aman, dan transparan. Sebanyak 10 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan.


Untuk periode Agustus hingga Oktober 2026, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan dengan total Rp900.000, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta meringankan beban ekonomi masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Sertu Moh. Saeroji menyampaikan bahwa dirinya turut memantau jalannya penyaluran dan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan lancar. Kehadiran Babinsa juga menjadi bentuk pendampingan kewilayahan dalam mengawal program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Pendampingan penyaluran BLT Dana Desa merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga,” ujarnya.


Sementara itu, Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sawaran Kulon, Sudarmi, S.AP., menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga penerima. Pemerintah desa berupaya melaksanakan penyaluran sesuai ketentuan agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.


Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang senantiasa hadir mendampingi masyarakat, mendukung program pemerintah, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. (Pendim0821)

Cegah DBD Sejak Dini, Babinsa Citrodiwangsan Dampingi Tim Kesehetan Masyarakat Laksanakan PSN

  


Lumajang – Upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus diperkuat melalui sinergi TNI dan Dians Kesehatan dan Pemdes. Babinsa Citrodiwangsan Koramil 0821-01/Lumajang, Serka Darsono, melaksanakan pendampingan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di kawasan permukiman warga RW 13, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue penyebab DBD.


Dalam pelaksanaannya, Serka Darsono mendampingi Tim dari Puskesmas dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk bersama unsur kewilayahan dan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menekankan pentingnya pemeriksaan lingkungan permukiman, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air dan tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.


Dalam kesempatan itu, Serka Darsono menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan PSN. Melalui kepedulian bersama, potensi munculnya sarang nyamuk dapat ditekan sehingga lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.


“Kami juga mengajak warga untuk membiasakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air, serta melakukan langkah pencegahan tambahan sesuai kebutuhan,” kata Darsono disela kegiatannya.


Sementara itu, Lurah Citrodiwangsan, Wisnu Nur Rochman, S.STP., M.A.P., bersama tenaga kesehatan, termasuk bidan Septin Murdyastuti, S. Keb., mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan penyakit berbasis lingkungan.


“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah kelurahan dan tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Sebab, pencegahan DBD tidak cukup hanya melalui penanganan ketika kasus muncul, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga RW 13 semakin aktif menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar serta melaksanakan PSN secara rutin. Kolaborasi antara Babinsa, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim0821)

Rabu, 07 Oktober 2026

Kekurangan Air Bersih, Babinsa Mantawakan Mulia Dampingi Distribusi Bantuan

 


TANAH BUMBU – Babinsa Desa Mantawakan Mulia, Koramil 1022-08/Mantewe, Serka Jarot, mendampingi pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah Desa Mantawakan Mulia, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah binaan.


Dalam pelaksanaannya, Sertu Jarot turut memantau proses pendistribusian agar bantuan air bersih dapat diterima masyarakat yang membutuhkan dengan tertib dan lancar.


Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus upaya memperkuat komunikasi dan kedekatan antara TNI dengan warga di wilayah binaannya.


Ditempat berbeda Danramil 1022-8/Mantewe Lettu In Horensyah mengatakan, pendampingan pendistribusian air bersih merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi masyarakat.


"Babinsa akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat, khususnya ketika terdapat kebutuhan yang menyangkut kepentingan dasar warga. Semoga bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.


Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Sementara itu, Koramil 1022-08/Mantewe melalui Babinsa akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaan serta berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat kebutuhan yang memerlukan penanganan bersama.


Pendistribusian bantuan air bersih tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Mantawakan Mulia.


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran TNI melalui Babinsa dalam membantu masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kecamatan Mantewe. :::

Senin, 05 Oktober 2026

HUT Ke-81 TNI, Kodim Tanah Bumbu Gelar Upacara Bersama Unsur TNI-Polri

 



TANAH BUMBU– Komando Distrik Militer (Kodim) 1022/Tanah Bumbu menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Makodim 1022/Tanah Bumbu, Senin (5/10/2026).


Upacara dipimpin Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I. sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf Wahyono bertindak sebagai Perwira Upacara, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Gabriel.

Upacara tersebut diikuti personel gabungan dari Kodim 1022/Tanah Bumbu, Yonif TP 828/BWM, Sub Denpom XXII/2-3, Lanal Kotabaru/Tanah Bumbu, Polres Tanah Bumbu, Batalyon Brimob Batulicin, Komcad, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, dan Manggala Agni.

Sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Bumbu juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam mengatakan, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian prajurit kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


"Saya Dandim Tanah Bumbu beserta Danyon TP, Danpos Lanal, Subdenpom XXII/2-3, serta Bapak-bapak PPAD, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Semoga TNI semakin modern, semakin adaptif, dan bisa lebih maksimal dalam berbakti kepada negara dan bangsa," kata Dandim.


Rangkaian kegiatan peringatan HUT TNI di Tanah Bumbu telah dilaksanakan dalam suasana sederhana, namun tetap mengedepankan kekhidmatan dan pengabdian kepada masyarakat.


"Menjelang HUT TNI memang ada rangkaian kegiatan, di antaranya anjangsana kepada para purnawirawan dan Warakawuri, bakti sosial, karya bakti, ziarah ke TMP, dan terakhir melaksanakan upacara," ujarnya.


Ia menjelaskan, pelaksanaan peringatan HUT TNI tersebut merupakan bagian dari arahan satuan atas agar kegiatan dilaksanakan secara sederhana dan tetap berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.


"Kita diperintah oleh satuan atas untuk melaksanakan perayaan HUT ini dalam suasana yang sederhana, tetapi tetap khidmat dan tetap mengutamakan pengabdian kepada rakyat di wilayah Tanah Bumbu khususnya dan Indonesia pada umumnya," tutur Dandim.


Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tarian kolosal. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir.


Peringatan HUT ke-81 TNI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan berbagai instansi lainnya dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung kepentingan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.   ::::

Kamis, 01 Oktober 2026

Kodim 0910/Mln Hadir Nyata, Jembatan Garuda Batu Lidung Permudah Akses dan Dorong Perekonomian Warga

  


MALINAU – Komando Distrik Militer (Kodim) 0910/Malinau terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi warga. Salah satunya melalui Jembatan Garuda di Desa Batu Lidung, Kabupaten Malinau.


Kehadiran Jembatan Garuda menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dirasakan masyarakat. Jembatan tersebut kini mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi para petani dan masyarakat yang membawa hasil pertanian maupun perkebunan.


Melalui peran dan kepedulian Kodim 0910/Malinau, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya menghadirkan akses penghubung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI membantu membuka peluang ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.


Akses yang semakin mudah diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga.


Masyarakat Desa Batu Lidung pun menyambut baik keberadaan jembatan tersebut. Warga mengaku sangat terbantu karena akses yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih mudah dilalui.


“Dengan adanya jembatan ini, kami sangat terbantu. Sekarang membawa hasil kebun dan melakukan aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah,” ungkap salah seorang warga.


Bagi Kodim 0910/Malinau, pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan warga sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Jembatan Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi menjadi penghubung harapan, aktivitas, dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Batu Lidung.