View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Jumat, 08 Mei 2026

Dulu Bocor dan Lapuk, Kini Rumah Bapak Firdaus Jadi Hunian yang Nyaman

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), pengerjaan rumah milik Bapak Firdaus di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah mencapai 80 persen.


Rumah yang sebelumnya mengalami banyak kerusakan kini mulai tampak lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Atap yang dulu bocor saat hujan turun kini telah diperbaiki, sementara dinding rumah yang lapuk dan rapuh diganti dengan material baru yang lebih kokoh.


Personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja secara gotong royong untuk mempercepat penyelesaian sasaran RTLH tersebut agar segera dapat ditempati dengan nyaman oleh pemiliknya.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH terus dimaksimalkan demi mencapai target sesuai waktu yang telah ditentukan.


“Kami terus berupaya menyelesaikan seluruh sasaran fisik dengan maksimal. Saat ini progres RTLH rumah Bapak Firdaus sudah mencapai 80 persen dan kami optimis dapat selesai tepat waktu,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, Bapak Firdaus mengaku senang melihat perkembangan rumahnya yang kini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.


“Dulu rumah kami banyak yang rusak dan kurang nyaman ditempati. Sekarang sudah mulai bagus dan rapi. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah membantu kami,” ungkapnya.


Program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni dan fasilitas umum di wilayah pedesaan.


(Pendim0910

Dua dari Lima Sasaran MCK TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Rampung 100 Persen

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), dua dari lima sasaran pembangunan MCK di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah selesai dikerjakan 100 persen.


Pembangunan fasilitas MCK tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat desa.


Dengan semangat gotong royong, personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja menyelesaikan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan. MCK yang telah rampung kini sudah dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap pola hidup sehat masyarakat, khususnya di daerah pedalaman yang masih membutuhkan fasilitas sanitasi yang layak.


“Pembangunan MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup sehat,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, warga Desa Luso mengaku senang dan bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan MCK tersebut. Menurut mereka, fasilitas yang dibangun sangat membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Selain pembangunan MCK, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau juga terus melaksanakan berbagai sasaran fisik lainnya seperti rehab rumah tidak layak huni dan pembangunan infrastruktur desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


(Pendim0910)

Wujud Nyata TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, TNI Selalu di Hati Rakyat

  

MALINAU, Kalimantan Utara – Senyum bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah Bapak Firdaus saat melihat rumahnya yang dulu sederhana dan penuh kerusakan, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman untuk keluarganya. Kehangatan itu terasa di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (9/5/2026), saat personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau bersama warga bergotong royong menyelesaikan rehab rumah miliknya.


Di dalam rumah yang masih dipenuhi aroma kayu baru itu, tampak personel Satgas TMMD membantu memasang pintu rumah bersama warga. Candaan ringan dan tawa kecil di sela pekerjaan menciptakan suasana penuh kekeluargaan, seolah tidak ada jarak antara TNI dan masyarakat.


Bagi Bapak Firdaus, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi juga harapan baru bagi keluarganya. Ia mengenang bagaimana selama ini keluarganya harus bertahan di rumah dengan atap bocor dan dinding yang mulai lapuk, terutama saat hujan turun pada malam hari.


“Dulu kalau hujan kami sering khawatir karena air masuk dari atap. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik. Saya dan keluarga sangat bersyukur, terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli membantu kami,” ucap Firdaus dengan mata berbinar.


Kehadiran Satgas TMMD di Desa Luso tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan yang begitu dekat dengan masyarakat. Dengan tangan yang bekerja dan hati yang tulus membantu, personel TNI menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat bukan hanya tugas, tetapi juga bentuk kasih sayang kepada sesama.


Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau terus membuktikan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari harapan dan kebahagiaan rakyat di pelosok negeri.


(Pendim0910)

Bapas Jakarta Barat Teguhkan Komitmen Melalui Ikrar Bersama

 


JAKARTA – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat, RM. Kristyo Nugroho, memimpin Apel dan Ikrar Bersama "Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan" pada Jumat (08/05). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural serta pegawai sebagai bentuk tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Momentum ini menjadi simbol ketegasan institusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.


Dalam amanatnya, Kepala Bapas menekankan bahwa ikrar yang telah ditandatangani bukan sekadar seremoni, melainkan pedoman moral dalam melayani masyarakat. Beliau secara khusus mengajak seluruh pegawai untuk menjaga harga diri dan kehormatan institusi dengan menjauhi perbuatan tercela, mulai dari penyalahgunaan narkotika hingga jeratan judi dan pinjaman online. Pesan ini disampaikan sebagai pengingat bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


“Mari kita bangun lingkungan kerja yang sehat dan bermartabat dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga praktik penipuan yang merusak masa depan,” ungkap Kepala Bapas.


Lebih lanjut, Kepala Bapas menginstruksikan para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) untuk terus bertransformasi dan meningkatkan kapasitas diri. Beliau juga mengingatkan agar setiap petugas tidak cepat puas dengan hasil yang telah dicapai, sehingga dapat terus memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat khususnya dalam penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas).


Untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, pejabat struktural pun diminta melakukan pengawasan guna memeriksa hasil kinerja jajaran secara cermat dan akuntabel. Aspek kedisiplinan dan keamanan kantor juga tidak luput dari perhatian. Seluruh pegawai dihimbau untuk senantiasa menjaga kerapihan ruang kerja dan kebersihan lingkungan kantor.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya narkotika oleh narasumber dari BNN Jakarta, Afib Rizal, S.Sos, M.I.Kom, M.Si, yang diikuti secara virtual oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jakarta di bawah naungan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jakarta.


Melalui momentum ini diharapkan seluruh pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Barat dapat terus menjaga integritas dan berkomitmen menciptakan budaya kerja yang bersih dari pelanggaran, demi mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Kamis, 07 Mei 2026

Tokoh Adat Distrik Kiwirok Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan di Pegunungan Bintang

 


Oksibil - Kamis, 07 Mei 2026 Kepala Suku Lipnanggul yang meliputi wilayah Distrik Kiwirok, Kiwirok Timur, Okbemtau, Oklip, Okhika dan Oksamol sekaligus Kepala Kampung Oknanggul Distrik Kiwirok, Yanuarius Uopdana, menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya Distrik Kiwirok pasca terjadinya sejumlah gangguan keamanan beberapa waktu terakhir.


Dalam penyampaiannya, Yanuarius Uopdana menegaskan bahwa keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat dan aparat keamanan, sehingga diperlukan kerja sama dan komunikasi yang baik guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif maupun ajakan dari kelompok tertentu yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah Pegunungan Bintang.


"Mari kita sebagai masyarakat Distrik Kiwirok bersama-sama mendukung terciptanya suasana damai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti biasa, baik aktivitas pendidikan, ekonomi maupun pelayanan pemerintahan. Situasi keamanan yang terjaga akan memberikan dampak positif bagi kita sendiri masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari serta mari sama sama kita dukung  kelangsungan pembangunan di wilayah Pegunungan Bintang," ujar Yanuarius.


Yanuarius Uopdana juga menyampaikan bahwa apabila terdapat informasi terkait aktivitas kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, dirinya  menyampaikan bahwa masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi apapun kepada aparat keamanan guna dilakukan langkah antisipasi sedini mungkin.

Ayub Kobogau Ajak Masyarakat Paniai Jaga Kamtibmas dan Tidak Mudah Terprovokasi

 


Enarotali – Kepala Suku Besar Moni di Kabupaten Paniai, Ayub Kobogau mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Paniai dan sekitarnya.


Pernyataan tersebut disampaikan Ayub Kobogau pada Kamis (7/5), sebagai bentuk dukungan terhadap aparat keamanan sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat adat agar berperan aktif menjaga kedamaian di tengah dinamika sosial yang berkembang di wilayah Meepago.


Dalam keterangannya, Ayub menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai isu maupun provokasi yang beredar, baik melalui media sosial maupun informasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Saya Kepala Suku Besar Moni di Paniai, Ayub Kobogau, menghimbau kepada seluruh masyarakat Paniai agar tetap menjaga kamtibmas. Kita jangan mudah terprovokasi oleh kejadian-kejadian yang terjadi di wilayah Meepago karena dapat merugikan diri kita sendiri,” ujarnya.


Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tugas aparat keamanan dan pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, khususnya tokoh adat, pemuda, dan para kepala suku di setiap distrik.


Ia mengatakan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai persaudaraan dan harmonisasi di tengah kehidupan sosial masyarakat Papua.


“Kita harus menjadi penjaga harmonisasi di tanah kita sendiri. Jangan sampai kita terpecah hanya karena isu-isu yang belum tentu benar. Mari kita saling mengingatkan dan menjaga persatuan,” kata Ayub.


Ayub Kobogau juga menilai bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal sangat penting dalam meredam potensi konflik sosial yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, keberadaan tokoh adat memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi dan menenangkan masyarakat ketika muncul situasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.


“Tokoh adat harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman yang baik. Kita punya tanggung jawab moral menjaga generasi muda agar tidak terpengaruh ajakan-ajakan yang bisa merusak kedamaian daerah kita,” tambahnya.


Ia pun mengajak seluruh masyarakat Paniai untuk terus memperkuat solidaritas dan menjaga ketertiban bersama.


“Ini rumah kita, tanah kita. Jangan kita biarkan pihak luar mengacaukan kedamaian yang sudah kita bangun bersama" tutupnya.