View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Sabtu, 25 April 2026

Satlantas Polres Pasuruan Kota Terapkan E-TLE Handheld, Penindakan Lebih Modern dan Transparan


Polresta Pasuruan – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur mulai menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) Handheld sebagai langkah modernisasi penegakan hukum di bidang lalu lintas.


Teknologi ini memungkinkan petugas melakukan penindakan pelanggaran secara elektronik, akurat, dan transparan langsung di lapangan, Sabtu (25/4/2026).


Penerapan E-TLE Handheld telah dimulai sejak Senin (20/4/2026), setelah sebelumnya perangkat tersebut diterima dari Korlantas Polri. Dengan hadirnya alat ini, proses penindakan pelanggaran diharapkan menjadi lebih efektif dan profesional.


Dalam pelaksanaannya, mekanisme E-TLE Handheld hampir serupa dengan sistem INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record). Perbedaannya, petugas dapat langsung menghentikan pengendara yang melakukan pelanggaran di lapangan.


Selanjutnya, petugas melakukan dokumentasi menggunakan perangkat E-TLE Handheld yang secara otomatis menampilkan data kendaraan berdasarkan nomor polisi.


Apabila data kendaraan sesuai dengan database, pelanggaran akan diproses melalui sistem E-TLE dan pengendara dipersilakan melanjutkan perjalanan. Surat konfirmasi tilang kemudian dikirimkan ke alamat pemilik kendaraan, sebagaimana mekanisme pada E-TLE statis maupun mobile.


Namun, jika data kendaraan tidak sesuai dengan yang terdaftar, petugas akan melakukan penindakan menggunakan tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.


Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Kota, IPDA Didik Darmaji Eko K., S.Pd., menjelaskan bahwa E-TLE Handheld dioperasikan menggunakan perangkat handphone khusus dari Korlantas Polri, sehingga lebih fleksibel dan dapat digunakan secara mobile di berbagai lokasi.


Ia juga membandingkan dengan sistem INCAR yang menggunakan kendaraan dinas khusus, di mana E-TLE Handheld memungkinkan anggota melakukan penindakan secara langsung dengan lebih praktis dan responsif terhadap situasi di lapangan.


“Dengan adanya E-TLE Handheld, penindakan pelanggaran lalu lintas menjadi lebih modern, transparan, dan akuntabel. Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis, namun tegas terhadap setiap pelanggaran,” ujarnya.


Lebih lanjut, penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran serta kecelakaan di jalan raya.


Sejak mulai diterapkan pada 20 hingga 25 April 2026, penggunaan E-TLE Handheld oleh Satlantas Polres Pasuruan Kota telah mencatat sebanyak 212 pelanggaran lalu lintas.


Satlantas Polres Pasuruan Kota mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


Dengan hadirnya E-TLE Handheld, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas serta terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Jumat, 24 April 2026

Pembukaan Badan Jalan TMMD Ke-128 Perkuat Akses dan Harapan Warga Luso

    

MALINAU, Kalimantan Utara – Di tengah hamparan hijau dan sunyi pedalaman, suara deru alat berat memecah pagi di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (25/4/2026). Excavator perlahan membuka badan jalan baru, menyingkirkan tanah dan semak belukar yang selama ini menjadi penghalang mobilitas warga. Di balik pekerjaan fisik itu, tersimpan harapan besar masyarakat akan kehidupan yang lebih baik.


Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 wilayah Kodim 0910/Malinau kembali membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi masyarakat di pelosok negeri.


Pembukaan badan jalan menjadi salah satu sasaran utama TMMD kali ini, dengan ukuran lebar jalan 6 meter dan panjang mencapai 1.200 meter. Jalan tersebut nantinya akan menjadi jalur vital bagi warga Desa Luso untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mempercepat akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga memperlancar hubungan antarwilayah yang selama ini terkendala kondisi medan.


Satgas TMMD Ke-128 bersama masyarakat setempat bekerja bahu-membahu di lapangan. Di bawah terik matahari, semangat gotong royong tetap menyala. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung, membuktikan bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama.


Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., menegaskan bahwa pembangunan badan jalan ini merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat.

“Jalan adalah urat nadi kehidupan desa. Ketika akses terbuka, maka ekonomi bergerak, pendidikan lebih mudah dijangkau, pelayanan kesehatan semakin cepat, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Inilah tujuan utama TMMD, menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat. Kemanunggalan itu bukan sekadar slogan, tetapi dibangun melalui kerja nyata, gotong royong, dan kepedulian yang tulus,” tambahnya.


Bagi warga Desa Luso, pembukaan jalan ini bukan hanya proyek pembangunan biasa. Ini adalah jawaban atas penantian panjang. Selama bertahun-tahun, mereka harus menghadapi sulitnya akses transportasi, terutama saat musim hujan tiba, ketika jalan setapak berubah menjadi lumpur yang menyulitkan aktivitas sehari-hari.


Kini, harapan itu mulai terlihat. Jalan yang perlahan terbuka seakan menjadi simbol masa depan yang lebih cerah—bahwa desa mereka tidak lagi terisolasi, hasil kebun dapat lebih mudah dipasarkan, dan anak-anak mereka dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman.


(Pendim0910)

TMMD Ke-128 Wilayah Kodim 0910/Malinau Hadirkan Layanan Kesehatan, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat

 

MALINAU, Kalimantan Utara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 wilayah Kodim 0910/Malinau kembali menunjukkan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (25/4/2026).


Dalam rangkaian kegiatan nonfisik TMMD tersebut, Satgas TMMD Ke-128 bersama tenaga kesehatan setempat menggelar sosialisasi pencegahan stunting, pelayanan Posyandu, Posbindu, serta edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM), yang menjadi perhatian penting bagi kesehatan masyarakat pedesaan.


Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, khususnya para ibu, balita, dan lansia yang hadir untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, penimbangan balita, konsultasi gizi, hingga penyuluhan tentang pola hidup sehat dan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.


Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan.


“TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan penyakit tidak menular,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi atas kebutuhan warga di lapangan.


“Kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti ini. Ketika TNI hadir membantu masyarakat, di situlah kepercayaan dan kebersamaan semakin kuat,” tambahnya.


Dalam suasana penuh kehangatan, personel Satgas TMMD juga tampak aktif membantu proses pelayanan, mulai dari pendampingan warga, pembagian bantuan tambahan gizi, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir.


Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah warga Desa Luso, menjadi bukti bahwa perhatian sederhana yang diberikan mampu menghadirkan harapan besar bagi masyarakat di pelosok.


Melalui kegiatan ini, TMMD Ke-128 wilayah Kodim 0910/Malinau kembali menegaskan bahwa pengabdian TNI kepada rakyat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


(Pendim0910)

TMMD ke-128 Kodim 0910/Malinau Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Luso

 


Malinau – Dalam rangka kegiatan non fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Wilayah Perbatasan Tahun Anggaran 2026, Kodim 0910/Malinau melaksanakan sosialisasi kesehatan yang meliputi stunting, Posyandu, Posbindu, serta penyakit tidak menular (PTM), bertempat di Gedung Sekretariat Desa Luso, ruang Posyandu Stabun, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (25/4/2026).


Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 Wita tersebut melibatkan berbagai unsur tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Hadir dalam kegiatan ini antara lain 10 orang petugas Posyandu balita, 5 orang kader Posyandu balita, 5 orang petugas Posyandu lansia dari Puskesmas, anggota Kodim 0910/Malinau, 5 orang kader Posyandu lansia, serta 2 orang kader Posyandu ibu hamil.


Selain itu, masyarakat juga turut berpartisipasi aktif sebagai peserta, yang terdiri dari 54 balita aktif, 34 lansia, dan 6 ibu hamil.


Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting, pemantauan kesehatan melalui Posyandu dan Posbindu, serta deteksi dini penyakit tidak menular. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga.


Salah satu warga peserta, Yoana, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi yang diberikan mudah dipahami dan menambah wawasan, khususnya terkait pencegahan stunting dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.


“Kami jadi lebih mengerti bagaimana menjaga kesehatan anak dan keluarga. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat,” ujarnya.


Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 10.10 Wita. Program non fisik dalam TMMD ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.

Kebersamaan Satgas TMMD ke-128 di Desa Luso Kian Erat dalam Pengerjaan RTLH

 


Malinau – Di tengah progres pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0910/Malinau, suasana kebersamaan dan kekompakan terlihat nyata di lokasi kegiatan. Hal tersebut tampak saat personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan pada sasaran fisik rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (25/4/2026).


Personel yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, serta warga setempat menunjukkan semangat yang sama dalam menyelesaikan pekerjaan. Mereka saling bahu membahu, bekerja tanpa mengenal lelah demi mencapai target yang telah ditentukan.


Pada sasaran lima unit RTLH, kegiatan pengerjaan terus dikebut dengan mengedepankan gotong royong. Selain mempercepat proses pembangunan, interaksi yang terjalin juga menciptakan kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.


Keakraban yang terbangun di lapangan bahkan terasa layaknya hubungan persaudaraan. Hal ini menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan TMMD, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD ke-128 menyampaikan bahwa semangat kebersamaan tersebut merupakan modal utama dalam menyukseskan program TMMD.


“Sinergi dan kekompakan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Kami berharap seluruh sasaran dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.


Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pelaksanaan TMMD ke-128 di Desa Luso diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.

Rumah Tidak Layak Huni di Desa Luso Direhab, Progres TMMD ke-128 sesuai progres.

 


Malinau – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Salah satu sasaran fisik berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Bapak Yosua di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, kini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.


Kegiatan rehab rumah tersebut melibatkan sinergi antara personel TNI, Polri, Satpol PP, serta masyarakat setempat. Mereka bahu membahu melaksanakan pengerjaan, mulai dari pembongkaran hingga perbaikan struktur rumah agar menjadi lebih layak huni.


Di lapangan, terlihat semangat kebersamaan yang kuat antara aparat dan warga. Gotong royong menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD ke-128 menyampaikan bahwa rehabilitasi RTLH ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak dan aman.


“Melalui program TMMD ini, kami berharap hasil pembangunan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.


Dengan progres yang terus berjalan sesuai rencana, diharapkan pengerjaan rehab rumah milik Bapak Yosua dapat segera rampung tepat waktu, sehingga dapat segera ditempati dengan kondisi yang lebih layak dan nyaman.