View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Rabu, 22 April 2026

Babinsa Desa Luso Berikan Edukasi Digitalisasi kepada Warga pada Hari Kedua TMMD ke-128

 


Malinau – Memasuki hari kedua setelah pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 TA 2026, jajaran Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa, baik melalui sasaran fisik maupun nonfisik.


Pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di rumah salah satu warga, Bapak Merang, yang menjadi bagian dari sasaran kegiatan TMMD di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Babinsa Desa Luso, Serka Masito, melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Serka Masito menyempatkan diri untuk berbagi ilmu pengetahuan terkait digitalisasi kepada warga setempat. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat, khususnya warga Desa Luso, dapat mengikuti perkembangan teknologi di era modern saat ini.


Serka Masito menyampaikan bahwa pemahaman tentang digitalisasi sangat penting, terutama dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari akses informasi, komunikasi, hingga peluang usaha berbasis digital.


“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat pembangunan fisik, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup serta membuka wawasan terhadap kemajuan teknologi,” ujarnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-128, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia di wilayah sasaran.


Warga Desa Luso menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku antusias mengikuti penyampaian materi yang diberikan. Diharapkan, melalui program TMMD ini, terjalin sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Gerak Cepat TMMD Ke-128, Satgas Benahi Balai Adat Bersama Warga

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Semangat kebersamaan tampak nyata dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Satgas TMMD bergerak cepat melaksanakan karya bakti pembenahan balai adat sebagai pusat kegiatan masyarakat yang menjadi simbol budaya dan persatuan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Adat Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (23/4/2026).


Sejak pagi hari, personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu memperbaiki bagian bangunan yang rusak, mulai dari atap, dinding, hingga pembersihan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan fungsi balai adat sebagai tempat musyawarah, kegiatan sosial, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.


Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., menyampaikan bahwa pembenahan balai adat ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas umum yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi bagi masyarakat.

“Balai adat bukan sekadar bangunan, tetapi juga pusat kehidupan sosial masyarakat. Melalui karya bakti ini, kami ingin memastikan tempat ini tetap layak digunakan dan menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.


Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam setiap proses pekerjaan. Tanpa ragu, warga membawa peralatan sendiri dan turut membantu personel Satgas, menciptakan suasana gotong royong yang hangat dan penuh kekeluargaan.


Kepala Desa Luso, Benidiktus, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan melalui program TMMD. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Dengan adanya perbaikan ini, kami sangat terbantu. Balai adat ini penting bagi kami, dan sekarang bisa kembali digunakan dengan lebih baik,” ungkapnya.


Kegiatan karya bakti ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD ke-128 tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan budaya masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga diharapkan terus terjalin demi mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.


(Pendim 0910)

Senyum yang Menyala dari Pelosok: Potret Kemanusiaan di TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Pagi yang lembap di pelosok Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (23/4/2026), perlahan berubah hangat saat warga berdatangan menghadiri pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 wilayah Kodim 0910/Malinau. Mereka datang bukan sekadar mengikuti seremoni, tetapi membawa harapan—tentang hari ini yang sedikit lebih ringan dari kemarin.


Di bawah langit yang masih berselimut kabut tipis, warga berbaris tertib. Wajah-wajah renta, ibu-ibu yang menggandeng anak, hingga para pekerja desa larut dalam penantian yang sederhana namun penuh makna. Tak banyak kata terucap, tetapi harapan terpancar jelas dari setiap tatapan.


Momentum haru itu mencapai puncaknya saat paket sembako mulai dibagikan. Bungkusan kebutuhan pokok berpindah dari tangan prajurit ke tangan warga—membawa lebih dari sekadar bantuan: perhatian, kepedulian, dan pesan bahwa mereka tidak sendiri.


Sebanyak sekitar 55 orang lansia menerima bantuan sembako dalam kegiatan tersebut—kelompok yang paling merasakan langsung dampak dari perhatian yang diberikan.


Seorang kakek dengan langkah perlahan menerima bantuan itu. Tangannya bergetar, namun senyumnya mengembang. Tanpa kata, ia menyampaikan rasa syukur—tentang beban yang sedikit terangkat dan harapan yang kembali tumbuh.


Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., bersama unsur Forkopimda yang hadir tak hanya menjalankan peran seremonial. Mereka menyapa warga, menunduk, dan menggenggam tangan-tangan yang menanti—gestur sederhana yang meruntuhkan sekat antara negara dan rakyat.

“Senyum tulus warga adalah energi bagi kami untuk terus hadir dan berbuat,” ujarnya.


Di antara para penerima bantuan, Pak Aris—seorang lansia warga Desa Luso—mengungkapkan rasa syukurnya dengan suara bergetar.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu kami, apalagi di kondisi seperti sekarang. Semoga TNI selalu diberi kesehatan dan terus peduli dengan masyarakat kecil seperti kami,” tuturnya.


Selama ini, TMMD dikenal sebagai program percepatan pembangunan fisik—membuka jalan, memperbaiki rumah, hingga membangun fasilitas umum. Namun di Malinau, TMMD juga menghadirkan pembangunan yang tak kasat mata: membangun rasa percaya, kepedulian, dan kebersamaan.


Pembagian sembako memang bukan jawaban atas seluruh persoalan ekonomi masyarakat desa. Namun kehadirannya menjadi simbol penting bahwa negara tetap hadir, mendengar, dan berusaha menjangkau hingga ke pelosok.


Bagi warga, bantuan itu bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga tentang perhatian yang jarang mereka rasakan. Di tengah keterbatasan, perhatian menjadi sesuatu yang sangat berarti.


TMMD Ke-128 di wilayah ini akhirnya tidak hanya berbicara tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang apa yang dirasakan—tentang bagaimana sebuah program mampu menyentuh sisi terdalam kehidupan masyarakat.


Di penghujung kegiatan, warga kembali ke rumah masing-masing dengan paket sembako di tangan dan senyum yang masih tersisa di wajah. Sederhana, namun cukup membuat hari itu berbeda.


Dari pelosok Malinau, sebuah pelajaran kembali ditegaskan: membangun negeri tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari kepedulian kecil yang mampu menjaga harapan tetap menyala.


(Pendim 0910)

Gotong Royong TNI dan Warga, Talud 1,3 Km Rampung Dikerjakan

 


Lombok Timur – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 terus menunjukkan progres signifikan, salah satunya melalui pembangunan talud sepanjang 1.300 meter di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (23/04/2026).


Pembuatan talud ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam kegiatan TMMD, yang bertujuan untuk memperkuat struktur tanah sekaligus mencegah terjadinya erosi dan longsor di area pertanian maupun pemukiman warga. Selain itu, keberadaan talud juga diharapkan mampu mendukung kelancaran sistem irigasi yang menjadi kebutuhan vital bagi para petani setempat.


Proses pengerjaan talud melibatkan personel TNI bersama masyarakat secara gotong royong. Semangat kebersamaan terlihat jelas di lapangan, di mana warga turut berpartisipasi aktif membantu percepatan pembangunan.


Desa Paok Lombok yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kecamatan Suralaga sangat bergantung pada kondisi infrastruktur pendukung seperti talud dan saluran air. Dengan dibangunnya talud sepanjang 1.300 meter ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dari ancaman kerusakan lahan.


Warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, baik dalam menjaga stabilitas tanah maupun menunjang aktivitas pertanian sehari-hari.


Program TMMD ke-128 ini kembali membuktikan komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah pedesaan, serta mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat melalui kegiatan nyata di lapangan. (*)

Sinergi TNI dan Warga Terlihat dalam Apel Pagi TMMD di Lombok Timur

 


Lombok Timur – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1615/Lombok Timur, Mayor Inf. Fahmi, memimpin langsung apel pagi di lokasi Sasaran 2 kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, Kamis (23/04/2026).


Apel pagi ini diikuti oleh personel gabungan yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD, terdiri dari 15 orang personel Batalyon 742/Satya Wira Yudha (SWY), 76 orang personel Kodim 1615/Lombok Timur, serta 15 orang warga masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong pembangunan.


Dalam arahannya, Mayor Inf. Fahmi menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas di lapangan. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu menjaga faktor keamanan serta kesehatan selama kegiatan berlangsung.


“Apel pagi ini merupakan sarana untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyatukan semangat dalam menyukseskan program TMMD. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta jaga hubungan baik dengan masyarakat,” tegasnya.


Keterlibatan warga dalam apel pagi tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat penyelesaian seluruh sasaran pembangunan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat setempat.


Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, pelaksanaan TMMD ke-128 di wilayah Lombok Timur diharapkan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***

Program TMMD di Lotim Bawa Dampak Nyata, Ribuan Lahan Pertanian Terselamatkan

 


Lombok Timur – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah ini dinilai memberikan dampak nyata, khususnya bagi warga Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kamis (23/04/2026).


Salah satu hasil signifikan dari program TMMD tersebut adalah perbaikan saluran irigasi yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Infrastruktur vital ini kini kembali berfungsi dengan baik setelah diperbaiki secara maksimal, bahkan dengan kedalaman mencapai dua meter. Sebelumnya, saluran tersebut hanya berupa jalur setapak yang dialiri air hujan dan kerap mengalami pengikisan tanah.


Desa Paok Lombok dikenal sebagai salah satu sentra pertanian sayur-mayur di Kecamatan Suralaga. Komoditas unggulan seperti cabai menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat. Namun, kerusakan irigasi sempat mengancam ribuan lahan pertanian, yang berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi petani.


Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Paok Lombok Selatan, Pancor Kopong, hingga Pancor Kopong Lauk yang memiliki akses tembus ke Gerung Permai. Sebelum adanya perbaikan melalui TMMD, kondisi saluran irigasi sangat memprihatinkan dan membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah untuk rehabilitasi.


Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat kini merasakan manfaat langsung berupa kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Selain itu, biaya operasional petani pun menjadi lebih ringan karena akses dan sistem pengairan yang semakin baik.


Warga setempat berharap program TMMD dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain. Keberhasilan di Desa Paok Lombok dinilai telah membuka kembali harapan para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa terbebani biaya tinggi.


Program TMMD ke-128 ini kembali membuktikan komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah, sekaligus memperkuat kemanunggalan antara TNI dan Rakyat. ****