View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Selasa, 01 September 2026

Kolonel Hany Mahmudhi: Sinergi Instansi Kunci Penanggulangan Karhutla

 


Tanah Bumbu — Bertempat di Aula Koramil 1022-02/Kusan Hilir, Jalan 7 Februari Kota Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Tim Satgas Karhutla Mabes TNI Kaunit Kermabaktikes Puskes TNIKolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K), FISQUA, Pabutb Was Afrika & Timteng Sahli Bid Hubint Panglima TNI dan Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P.,  serta Pasipropat Setum Secapaad Kapten Inf ⁠Pery Supendi, S.I.P. Selasa (01/9/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh Pasi Ops Kodim 1022/Tanah Bumbu Kapten Inf Sahlan selaku pendampingan mewakili Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I, Danramil 1022-02/Kusan Hilir Lettu Inf Suratmin, Kapolsek Kusan Hilir Iptu Badruddin, S.H., Camat Kusan Hilir Amrullah, perwakilan Damkar Kusan Hilir, aparatur kecamatan, relawan BPBD Tanah Bumbu, seluruh kepala desa se-Kusan Hilir, serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K), FISQUA menyampaikan:

“Kami hadir di Tanah Bumbu untuk memonitoring penanggulangan bencana Karhutla di daerah. Konsep pemikiran Bapak Presiden menekankan aksi cepat melalui kolaborasi antara pusat dan daerah. Kehadiran Tim Satgas Karhutla di wilayah ini bukan hanya untuk memberikan arahan, tetapi juga menerima masukan langsung dari masyarakat dan aparat daerah. Tugas kami adalah memberikan paparan mengenai dampak Karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian. Asap Karhutla membawa bahaya serius bagi kesehatan yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi.”


Sementara itu, Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P., Pabutb Was Afrika & Timteng Sahli Bid Hubint Panglima TNI, menegaskan:


“Karhutla adalah ancaman lintas sektor yang mengancam keselamatan, lingkungan, dan ekonomi nasional, dengan risiko memuncak saat kemarau panjang.
Presiden telah memberikan arahan agar penanganan dilakukan mulai dari sosialisasi, aksi nyata, hingga penindakan hukum. Hal ini menuntut kerja sama dan sinergitas seluruh instansi. TNI sendiri telah menggelar dan mengirimkan Satgas Karhutla sebagai bukti kesiapan personel, alutsista, dan dukungan operasional lapangan untuk memastikan api tidak meluas.”


Dandim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyambut baik kegiatan ini.


“Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparat tentang ancaman Karhutla. Dengan sinergi lintas sektor, kita bisa memperkuat kesiapsiagaan dan mencegah dampak lebih luas demi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang telah berkenan memberikan penyuluhan langsung di wilayah Kodim 1022/Tanah Bumbu,” ujar Dandim.


Kegiatan berlangsung lancar, penuh semangat kebersamaan, disertai sesi tanya jawab, dan diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dalam penanggulangan Karhutla di Bumi Bersujud.  ::::

Polda Papua Perkuat Langkah Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Papua

 


Jayapura – Polda Papua memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah hukumnya. Penguatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran serta mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.


Langkah tersebut sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1895/VIII/OPS.1.2./2026 tanggal 31 Agustus 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kapolda. Dalam telegram tersebut, jajaran Polda diperintahkan mengambil sejumlah langkah strategis untuk mencegah dan menanggulangi karhutla.


Di wilayah Papua, jajaran Polda Papua akan terus mengoptimalkan upaya pencegahan melalui pemetaan dan pemantauan wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut juga dilakukan dengan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kehutanan, TNI, perusahaan perkebunan serta unsur terkait lainnya.


Selain memperkuat koordinasi, jajaran kepolisian juga didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla. Apel siaga dan pengecekan kesiapan personel menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.


Kesiapan tersebut juga diperkuat melalui peningkatan kemampuan personel Satbrimob dan Samapta dalam penanganan Karhutla. Jajaran Polda Papua juga dapat mempersiapkan pembentukan Satgas Aman Nusa II maupun operasi kontinjensi sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan secara terpadu.


Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kesiapan internal kepolisian. Polda Papua juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui penguatan peran Satgas Karhutla serta pembinaan dan pelatihan relawan tanggap api di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.


Patroli terpadu juga akan terus ditingkatkan pada wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi personel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan dan lahan.


Polda Papua juga mendukung langkah pencegahan melalui pembangunan sarana pendukung seperti embung dan sekat kanal di sekitar wilayah rawan, termasuk pada kawasan perusahaan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Sarana tersebut diharapkan dapat membantu ketersediaan sumber air sekaligus menghambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.


Dalam aspek perlindungan masyarakat, jajaran kepolisian turut mendorong adanya langkah antisipasi terhadap dampak asap akibat Karhutla. Termasuk melalui pengembangan kelas aman asap bagi pelajar serta pendampingan bagi masyarakat yang terdampak apabila kondisi Karhutla mengganggu aktivitas sehari-hari.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya kepolisian.


“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran,” ujar Kabid Humas.


Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila menemukan adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.


Selain langkah pencegahan, Polda Papua menegaskan bahwa setiap pelanggaran terkait pembakaran hutan dan lahan akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dapat dilakukan melalui pemberian sanksi administratif, denda dan/atau pidana sesuai dengan hasil penyelidikan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Jajaran Polda Papua juga akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bagian dari upaya mencegah, mengantisipasi dan menanggulangi potensi Karhutla di wilayah masing-masing.


“Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Namun yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran sebelum terjadi, sehingga masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian dapat terlindungi,” tegas Kabid Humas.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan, meskipun dilakukan dalam skala kecil. Masyarakat diminta memahami bahwa api yang tidak terkendali dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan menunggu sampai api membesar dan sulit dikendalikan. Pencegahan jauh lebih baik, karena satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” imbau Kabid Humas.


Melalui langkah terpadu tersebut, Polda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan Papua dari ancaman kebakaran serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan tetap terjaga bagi masyarakat.

Jumat, 28 Agustus 2026

Cangkrukan Bersama Media, Danrem 083/Bdj Dorong Komunikasi Publik yang Sehat dan Edukatif

 


Malang — Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan Cangkrukan Danrem 083/Baladhika Jaya bersama insan media Malang Raya di Warung Isor Nongko, Kota Malang. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara Korem 083/Bdj dengan para jurnalis, Sabtu (29/8/2026).


Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., hadir bersama Kasrem, para Kasi/Pasi dan panitia. Kegiatan juga dihadiri Ketua PWI, IJTI, Pewarta Foto Indonesia, perwakilan Ahli Pers Dewan Pers/AJI, serta seluruh awak media Malang Raya.


Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, Danrem menekankan pentingnya membangun komunikasi yang semakin dekat antara TNI dan insan media. Korem 083/Bdj dan media diharapkan dapat terus berkolaborasi menyampaikan informasi yang positif, edukatif dan mencerdaskan masyarakat, sekaligus bersama-sama menjaga kondusivitas Malang Raya.


Untuk menambah keakraban, kegiatan diisi permainan remi yang berlangsung penuh sportivitas. Persaingan antarpeserta berlangsung meriah dan Danrem 083/Bdj turut memberikan hadiah serta medali kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat kebersamaan.


Melalui kegiatan ini, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan berharap hubungan dan komunikasi yang telah terjalin baik dengan insan media Malang Raya dapat terus ditingkatkan. Sinergi yang semakin kuat diharapkan mampu menciptakan komunikasi publik yang sehat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kondusivitas wilayah Malang Raya. (Penrem 083/Bdj)

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan dan Perkuat Daya Saing Global

 


JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global.


Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI dan berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan kemajuan, perlindungan, serta kesejahteraan buruh Indonesia ke depan.


Kapolri menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik hingga internet of things (IoT).


Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di satu sisi, teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.


“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.


Kapolri menilai buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.


“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.


Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai regulasi dan program yang bertujuan meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.


Kapolri berharap proses tersebut dapat menjadi ruang bersama antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu krusial yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja.


Ia juga mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara serikat buruh dan kalangan pengusaha dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi ke depan.


“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.


Menurut Kapolri, pengembangan industri dan program hilirisasi nasional juga harus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.


Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.


“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.


Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.


Keberadaan Desk Ketenagakerjaan, kata Kapolri, merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu menangani persoalan-persoalan industrial, termasuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh.


“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.


Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dan buruh dalam memperjuangkan serta melindungi kepentingan pekerja.


Menutup sambutannya, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, namun memilih mengurungkan rencana tersebut.


Kapolri menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh harus tetap diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab.


“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.


Pada kesempatan tersebut, Kapolri secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan buruh Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang. :::

Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas

 


MAGELANG, JAWA TENGAH - Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). Visitasi dilakukan di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang dan Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat secara langsung inovasi serta dampak pelayanan yang dilakukan personel Polri di tengah masyarakat.


Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, visitasi menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung implementasi inovasi yang dilakukan anggota Polri, khususnya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.


“Melalui visitasi ini kami ingin melihat secara langsung bagaimana inovasi yang dilakukan anggota Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang kami lihat bukan hanya gagasannya, tetapi juga konsistensi pelaksanaan dan dampaknya terhadap lingkungan serta hubungan antara polisi dengan masyarakat,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).


Di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang, tim visitasi melihat inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Aiptu Dilia Eka Sari, S.H., yang masuk nominasi perseorangan kategori Planet. Inovasi tersebut berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.


Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk organik cair yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Limbah organik lainnya juga dimanfaatkan sebagai pakan magot BSF serta silase pakan ternak.


Sementara itu, sampah anorganik seperti logam dan plastik dipilah, ditimbang dan dicatat sebelum dijual sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Barang-barang bekas juga dimanfaatkan secara kreatif untuk membuat lahan pertanian dan taman.


Inovasi tersebut memberikan manfaat di berbagai sektor, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya peluang usaha mandiri, pengurangan timbunan sampah, hingga terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat. Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah.


Konsistensi Aiptu Dilia dalam menjalankan inovasi tersebut juga membuahkan sejumlah prestasi, antara lain Juara 1 Bhabinkamtibmas Teladan Polda Jateng 2026, Juara 1 Penggerak Ketahanan Polresta Magelang 2025, serta Juara 3 Pekarangan Pangan Bergizi Polresta Magelang 2025.


Dalam visitasi tersebut, tim Kompolnas juga melihat berbagai tantangan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Magelang, yang berada pada jalur utama Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purwokerto. Tantangan tersebut antara lain kejahatan konvensional, narkoba, kecelakaan lalu lintas, potensi bencana alam, aktivitas tambang pasir ilegal, serta potensi berkembangnya paham radikal dan terorisme.


Berdasarkan data semester I 2026, tiga jenis kejahatan tertinggi di wilayah tersebut yakni kasus narkoba sebanyak 40 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 28 kasus, dan penganiayaan berat (anirat) sebanyak 15 kasus.


Selanjutnya, tim Kompolnas melanjutkan visitasi ke Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat inovasi Brigadir Agus Kurniawan yang masuk nominasi perseorangan kategori Partnership melalui program KOPI CURHAT PAKBHABIN.


Program tersebut digagas sejak 2021 sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang dan pembinaan masyarakat, warga diajak berbincang secara santai sambil menikmati kopi yang disediakan secara gratis oleh Bhabinkamtibmas.


Konsep tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, petani, organisasi masyarakat hingga komunitas. Dalam suasana yang lebih informal, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan maupun persoalan yang dihadapi, baik terkait masalah keluarga, keuangan, kenakalan remaja, penipuan maupun persoalan kamtibmas.


Program KOPI CURHAT PAKBHABIN juga telah menjadi sarana problem solving terhadap sejumlah persoalan masyarakat, di antaranya permasalahan antara guru dan murid, persoalan warisan, konflik antara ormas PSHT dengan warga, hingga persoalan kekerasan dalam rumah tangga.


Menariknya, program tersebut dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan media sosial. Kegiatan yang dilakukan secara rutin didokumentasikan dan dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube hingga memiliki pengikut hingga jutaan pengikut. Pendapatan dari monetisasi konten kemudian dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten berikutnya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.


Inovasi Brigadir Agus Kurniawan tersebut juga telah memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain dari Kapolda Jawa Tengah pada 2023 dan 2024, Polda Jawa Tengah pada 2024, Kapolres Boyolali, serta anggota DPR RI pada 2021.


Dr. Yusuf menambahkan, inovasi yang dilakukan para nominator menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana polisi mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya. Inovasi seperti pengelolaan lingkungan dan ruang komunikasi melalui kopi curhat menunjukkan bahwa pendekatan kepolisian bisa dilakukan dengan cara yang dekat, humanis, dan memberikan manfaat langsung,” jelasnya.


Kegiatan visitasi menjadi bagian dari proses penilaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung inovasi, konsistensi, kolaborasi, serta manfaat yang dihasilkan oleh personel maupun satuan kewilayahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. :::

Polri Buka Seleksi Terbuka Kasetukpa Lemdiklat, 13 Perwira Ikuti Uji Kompetensi

 


JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka seleksi Promosi Jabatan Terbuka untuk mengisi posisi Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lemdiklat Polri. Seleksi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memastikan pengisian jabatan strategis dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis merit.


Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar secara resmi membuka rangkaian seleksi tersebut di Jakarta.


“Promosi jabatan terbuka ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mewujudkan tata kelola sumber daya manusia yang transparan, objektif, dan berbasis merit. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensi dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ujar Anwar di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Saat ini, seleksi telah memasuki tahapan Uji Kompetensi Bidang yang diikuti 13 perwira, terdiri dari dua Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) dan 11 Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).


Sebelumnya, seluruh peserta telah melewati tahapan pemeriksaan administrasi dan Uji Kompetensi Manajerial. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan sekaligus memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan Kasetukpa Lemdiklat Polri.


Uji Kompetensi Bidang melibatkan tim penguji dari unsur internal dan eksternal Polri. Unsur internal terdiri dari perwakilan Lemdiklat Polri, Itwasum Polri, serta Bagian Psikologi Kepolisian. Sementara itu, unsur eksternal melibatkan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).


Keterlibatan penguji lintas unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara komprehensif dan objektif, sekaligus mengukur kompetensi serta kapasitas peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kasetukpa Lemdiklat Polri.


“Uji Kompetensi Bidang ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk melihat kemampuan, kompetensi, dan kapasitas para peserta secara lebih mendalam. Dengan demikian, pejabat yang nantinya terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelas Anwar.


Untuk menjaga proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, seluruh tahapan juga diawasi oleh pengawas internal Polri, di antaranya Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri serta Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengawasan dilakukan guna menjamin proses seleksi berlangsung secara akuntabel, objektif, bersih, dan transparan.


Irjen Pol. Anwar menambahkan, rangkaian Promosi Jabatan Terbuka Kasetukpa Lemdiklat Polri telah dimulai sejak 5 Agustus 2026 melalui tahapan pendaftaran. Seluruh rangkaian seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hasil akhirnya dijadwalkan diumumkan pada September 2026.


“Prinsip yang kami kedepankan adalah Profesional, Akuntabel, Obyektif, Bersih, dan Transparan. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas,” pungkasnya.


Pelaksanaan Promosi Jabatan Terbuka tersebut juga selaras dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah. :::