View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Selasa, 28 April 2026

Takeda Perkuat Edukasi Pencegahan Dengue bagi Perusahaan

 


Jakarta, 23 April 2026 – Gerakan Sinergi Aksi Perusahaan (SIAP) Lawan Dengue yang digagas KADIN bersama PT Takeda Innovative Medicines dan PT Bio Farma, serta didukung Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan PERDOKI, kembali menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja dari risiko dengue sebagai bagian dari keberlangsungan bisnis.


Sejak diluncurkan pada 2024, gerakan ini mendorong dunia usaha melihat dengue bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga risiko nyata bagi produktivitas dan operasional perusahaan. Hingga 14 April 2026, tercatat 30.465 kasus dengue di Indonesia dengan 79 kematian, yang banyak menyerang usia produktif.


Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menegaskan dengue masih menjadi tantangan serius sehingga pencegahan harus dilakukan terintegrasi melalui edukasi, pengendalian vektor, dan kolaborasi lintas sektor. “Pendekatan seperti SIAP Lawan Dengue mendukung upaya nasional menuju pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Dari sisi ketenagakerjaan, M. Yusuf menyebut dengue kini menjadi bagian dari isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia menekankan pentingnya langkah sistematis perusahaan melalui sanitasi lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, serta edukasi pekerja, termasuk bagi sektor informal, guna menjaga produktivitas.


Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan dengue dapat menyerang siapa saja dan berdampak luas, sehingga kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata di tempat kerja. “Perusahaan memiliki peran penting sebagai titik awal perlindungan karyawan,” katanya.


Wakil Ketua Umum KADIN, Shinta Widjaja Kamdani, menambahkan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menciptakan lingkungan kerja sehat. “Kesejahteraan karyawan adalah fondasi keberlanjutan perusahaan,” tegasnya.


Ketua PERDOKI, dr. Agustina Puspitasari, menekankan pentingnya upaya preventif termasuk imunisasi, edukasi, dan pengendalian risiko di lingkungan kerja agar pekerja tetap sehat dan produktif.


Sementara itu, Raditya Dika mengingatkan dengue bukan penyakit sepele karena dapat mengganggu aktivitas dan berdampak luas. Ia menilai pencegahan adalah investasi untuk menjaga masa depan diri, keluarga, dan tim kerja.


Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, mengapresiasi gerakan ini sebagai langkah melindungi pekerja dari ancaman dengue, mengingat beban nasional yang besar dengan lebih dari satu juta kasus rawat inap pada 2024 dan pembiayaan hampir Rp3 triliun. Ia menargetkan kolaborasi lintas sektor mampu mendorong nol kematian akibat dengue pada 2030.


Tahun ini, SIAP Lawan Dengue juga meluncurkan platform terpadu untuk memudahkan perusahaan mengakses layanan kesehatan dan memperkuat upaya pencegahan. Hingga kini, lebih dari 60 perusahaan telah terlibat, termasuk Danone Indonesia, dengan berbagai program edukasi, pengendalian lingkungan, dan perlindungan kesehatan karyawan.


Gerakan ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan mengambil langkah nyata sehingga pencegahan dengue menjadi gerakan bersama yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Perkuat Sinergi Informasi, Satgas Damai Cartenz Jalin Silaturahmi dengan Wartawan di Timika

 



Timika – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menggelar kegiatan silaturahmi bersama wartawan Papua pada Sabtu (25/4/2026) pukul 16.00 WIT di Coffeeshop Kabupaten Mimika. Kegiatan ini bertujuan mempererat sinergitas dan komunikasi antara aparat keamanan dan insan pers guna mendukung penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di wilayah Papua.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 AKBP Andria, S.I.K., bersama sejumlah jurnalis dari berbagai media yang bertugas di wilayah Papua. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang diskusi terbuka antara Satgas Damai Cartenz dan rekan media.


Dalam kesempatan itu, Wakasatgas Humas AKBP Andria menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini tidak hanya sebagai ajang mempererat hubungan, tetapi juga menjadi forum strategis untuk bertukar informasi serta menyerap masukan dari para jurnalis.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin sebagai wadah komunikasi yang terbuka, sehingga hubungan kemitraan antara Satgas dan rekan media semakin kuat,” ujar AKBP Andria.


Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah jurnalis menyampaikan masukan terkait teknis peliputan di lapangan, khususnya dalam situasi kontak tembak agar pengambilan gambar dilakukan secara profesional dan terkoordinasi demi keselamatan bersama.


Menanggapi hal tersebut, AKBP Andria menjelaskan bahwa dalam penyusunan narasi pemberitaan, pihaknya juga mempertimbangkan aspek perlindungan dan keamanan, termasuk tidak mencantumkan identitas tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan narasumber.


Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sinergi dengan media merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan operasi, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.


“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menyejukkan kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat demi menjaga stabilitas kamtibmas di Papua,” ujar Kaops Damai Cartenz.


Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan insan pers dalam menciptakan suasana yang kondusif.


“Kolaborasi yang baik antara Satgas Damai Cartenz dan media akan berdampak positif dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga situasi tetap aman dan damai,” kata Wakaops Damai Cartenz. 


Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan insan pers di wilayah Papua khususnya Timika, semakin solid serta mampu mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Senin, 27 April 2026

Hangatnya Gotong Royong TMMD Ke-128, Tergambar dari Senyum Warga Desa Luso

    


MALINAU, Kalimantan Utara – Kehangatan dan kebersamaan begitu terasa dalam kegiatan gotong royong yang dilaksanakan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 wilayah Kodim 0910/Malinau bersama masyarakat di Balai Adat Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Selasa (28/4/2026).


Kegiatan karya bakti tersebut difokuskan pada pembenahan dan pembersihan Balai Adat Desa Luso yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus simbol budaya dan persatuan warga setempat.


Di tengah aktivitas kerja yang penuh semangat, senyum tulus warga menjadi pemandangan yang paling berkesan. Warga tampak antusias bekerja berdampingan dengan personel Satgas TMMD, saling membantu, berbagi cerita, dan menunjukkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.


Komandan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.


“TMMD bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, semangat gotong royong, dan rasa kebersamaan. Senyum warga yang kita lihat hari ini adalah cerminan dari hadirnya rasa percaya dan kepedulian bersama,” ujarnya.


Menurutnya, Balai Adat memiliki peran penting sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah, serta melaksanakan berbagai kegiatan adat dan sosial masyarakat Desa Luso. Karena itu, pembenahan fasilitas tersebut menjadi salah satu sasaran penting dalam program TMMD Ke-128.


Amri, salah satu warga Desa Luso, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia merasa kehadiran TNI bukan hanya membantu pembangunan desa, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat.


“Kami merasa sangat terbantu dan senang bisa bekerja bersama bapak-bapak TNI. Suasananya hangat, penuh kekeluargaan, dan membuat kami semakin semangat menjaga kebersamaan di desa ini,” ungkapnya.


Melalui kegiatan gotong royong ini, TMMD Ke-128 kembali menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tumbuh dari kerja nyata, kepedulian, dan kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.


(Pendim 0910)

Danrem 083 Ingatkan Disiplin dan Integritas dalam Pengarahan Perdana

 


Malang – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus S., S.Sos., M.M.S., M.Han., menegaskan komitmen membangun satuan yang profesional, responsif, dan dicintai rakyat melalui filosofi kepemimpinan “HEBAT”, dalam pengarahan perdana kepada seluruh jajaran Korem 083/Bdj yang digelar secara tatap muka dan video conference di Aula Untung Suropati Makorem 083/Bdj, Senin (27/4/2026).


Dalam forum yang diikuti ratusan prajurit, para Dandim, Danramil, hingga unsur ASN tersebut, Danrem menekankan pentingnya penyamaan visi, soliditas organisasi, serta komitmen bersama dalam mewujudkan Korem 083/Baladhika Jaya sebagai satuan kewilayahan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan langkah nyata dan terukur.


Menurut Danrem, arah pengabdian Korem 083/Bdj ke depan berpijak pada nilai HEBAT, yakni Humanis, Efektif, Bersinergi, Adaptif, dan Tangguh. Nilai tersebut menjadi fondasi moral sekaligus pedoman operasional bagi seluruh prajurit dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial, pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas wilayah.


“Saya berkomitmen bahwa setiap kebijakan yang diambil adalah untuk kepentingan satuan. Kita harus memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan Korem 083/Baladhika Jaya sebagai satuan yang hebat dan profesional,” tegas Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus di hadapan seluruh jajaran.


Lebih lanjut, Danrem menegaskan bahwa prajurit Korem 083/Bdj harus hadir sebagai kekuatan yang dekat dengan rakyat, efektif dalam bekerja, kuat membangun sinergi lintas sektor, adaptif menghadapi dinamika strategis, serta tangguh secara fisik, mental, dan moral. Menurutnya, kekuatan teritorial bukan hanya diukur dari kesiapan tempur, tetapi juga dari kemampuan menjadi solusi bagi masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, Danrem juga memberikan penekanan terhadap disiplin prajurit dengan menegaskan tidak ada ruang bagi segala bentuk pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga pelanggaran hukum lainnya yang dapat mencederai kehormatan institusi. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan keluarga, kestabilan ekonomi rumah tangga, serta kepekaan terhadap dinamika wilayah, termasuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.


Dengan komitmen HEBAT sebagai arah baru pengabdian, Korem 083/Baladhika Jaya meneguhkan perannya sebagai satuan kewilayahan yang tidak hanya kokoh dalam pertahanan, tetapi juga humanis dalam pengabdian, kuat dalam sinergi, dan hadir sebagai solusi nyata di tengah rakyat demi menjaga stabilitas, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Jalin Komunikasi, Jalin Silaturahmi: Peran Aktif Babinsa Desa Luso Jadi Pilar Kedekatan TNI dengan Masyarakat

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Kehadiran Babinsa Koramil jajaran Kodim 0910/Malinau di tengah masyarakat terus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Desa Luso, Serka Masito, yang dikenal aktif menjalin komunikasi sosial (Komsos) dan silaturahmi dengan warga hingga menjadi salah satu pilar penting di tengah kehidupan masyarakat desa.


Bertempat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Senin (27/4/2026), Serka Masito kembali melaksanakan komunikasi sosial bersama warga sembari meninjau aktivitas masyarakat dan mendengarkan berbagai aspirasi serta kebutuhan yang ada di lapangan.


Melalui pendekatan yang humanis dan penuh keakraban, Serka Masito mampu membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. Kehadirannya tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai sahabat, tempat bertukar pikiran, serta sosok yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan desa.


Tidak hanya aktif berkomunikasi dan menjalin silaturahmi, Serka Masito juga selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, seperti gotong royong, kerja bakti, kegiatan adat, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Seperti yang terlihat saat kegiatan gotong royong pembersihan dan pembenahan balai adat Desa Luso, Serka Masito turut hadir membantu warga, memberikan semangat, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Kehadirannya di tengah warga menjadi bukti nyata kepedulian Babinsa terhadap kehidupan sosial masyarakat binaannya. Komunikasi sosial dan silaturahmi yang dilakukan secara rutin menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Tidak heran jika keberadaan Serka Masito sangat dikenal dan dihormati oleh warga Desa Luso.


Serka Masito mengatakan bahwa tugas seorang Babinsa bukan hanya melakukan pembinaan teritorial, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.


“Sebagai Babinsa, kami harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar, membantu, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga. Hubungan yang baik dengan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan kebersamaan di wilayah binaan,” ujarnya.


Kepala Desa Luso, Benidiktus, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat sudah menjadi hal yang sangat dekat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.


“Babinsa kami, Serka Masito, memang selalu hadir dalam setiap kegiatan warga, baik gotong royong, kegiatan adat, maupun kegiatan sosial lainnya. Warga Desa Luso sangat mengenal baik bapak Babinsanya karena beliau selalu ada untuk masyarakat,” ungkap Benidiktus.


Benidiktus menambahkan, komunikasi sosial yang baik antara Babinsa dan masyarakat telah memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat serta menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa, termasuk dalam pelaksanaan program TMMD Ke-128 yang sedang berlangsung di Desa Luso.


Kehadiran Babinsa seperti Serka Masito menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya hadir dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun desa dan menjaga persatuan di wilayah perbatasan maupun pedalaman.


(Pendim0910)

Minggu, 26 April 2026

Tak Hanya Dibuka, Badan Jalan TMMD Ke-128 Juga Ditimbun Agar Lebih Tahan Lama

 

MALINAU, Kalimantan Utara – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 wilayah Kodim 0910/Malinau terus mengoptimalkan pekerjaan fisik berupa pembukaan sekaligus penimbunan badan jalan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Senin (27/4/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sasaran utama program TMMD guna membuka akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya menuju area perkebunan, pertanian, dan jalur penghubung antarwilayah desa.


Tidak hanya membuka badan jalan, Satgas TMMD juga melakukan penimbunan agar konstruksi jalan menjadi lebih kuat, kokoh, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang. Langkah ini penting untuk memastikan jalan tetap dapat digunakan secara optimal, terutama saat musim hujan yang selama ini sering menjadi kendala bagi warga.


Dengan menggunakan alat berat excavator dan dump truck, personel Satgas TMMD bersama operator terus melakukan pemerataan tanah serta penimbunan badan jalan agar jalur yang dibangun benar-benar layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


Komandan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., menyampaikan bahwa pembangunan badan jalan ini menjadi prioritas penting karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat.


“Tidak hanya membuka badan jalan, kami juga melakukan penimbunan agar jalan lebih kuat dan tahan lama. Kami berupaya maksimal agar proses pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.


Menurut Dansatgas, keberadaan akses jalan yang baik akan sangat membantu mobilitas warga dalam membawa hasil pertanian, mempercepat distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.


(Pendim0910)