View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Sabtu, 14 Februari 2026

Mitra Global Dukung Upaya ASEAN Kendalikan Dengue

   

Indonesia menjadi tuan rumah Forum Regional ASEAN tentang Pencegahan dan Pengendalian Dengue yang diselenggarakan di Jakarta, 9–10 Februari 2026. Diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR)

Jakarta, 9 Februari 2026 – Indonesia menjadi tuan rumah Forum Regional: Mendorong Aksi Kolektif dalam Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kawasan Negara-negara ASEAN/Asia Tenggara yang digelar pada 9–10 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pembuat kebijakan, otoritas kesehatan, organisasi regional dan global, komunitas ilmiah, serta mitra pembangunan. Perwakilan dari 10 dari 11 negara anggota ASEAN turut hadir, menjadikan forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan sektor dalam penyelarasan kebijakan serta adopsi strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Dengue masih menjadi tantangan kesehatan publik serius secara global maupun regional. Dalam periode Januari–Maret 2025, lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 400 kematian dilaporkan di 53 negara dalam wilayah World Health Organization. Secara global, sekitar 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi dengue dengan estimasi 390 juta infeksi per tahun, di mana sekitar 96 juta kasus bersifat klinis. WHO mencatat dengue sebagai salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik sebagai kontributor kasus terbesar.


Kawasan ASEAN selama ini diakui sebagai episentrum global penularan dengue dengan pola wabah siklikal dan kondisi endemis berkelanjutan. Data European Centre for Disease Prevention and Control mencatat hampir 400.000 kasus dengue di Asia Tenggara sejak awal 2025 hingga Oktober–November 2025, dengan Vietnam mencatat kasus tertinggi, diikuti Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, dan Singapura. Selain dampak kesehatan, dengue juga menimbulkan beban sosial-ekonomi signifikan. Di Indonesia, klaim layanan kesehatan terkait dengue pada 2024 mendekati Rp3 triliun, dengan estimasi total kerugian ekonomi hampir Rp15 triliun per tahun.


Indonesia sendiri mencatat 257.271 kasus dengue dengan lebih dari 1.400 kematian sepanjang 2024. Data pembiayaan kesehatan nasional menunjukkan lebih dari satu juta kasus terkait dengue ditanggung sistem jaminan kesehatan pada tahun yang sama. Hingga Desember 2025, tercatat 161.752 kasus dengan 673 kematian. Kondisi ini menegaskan bahwa dengue merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang berlangsung sepanjang tahun dan memerlukan kewaspadaan serta penguatan pengendalian secara konsisten dan terkoordinasi.


Saat membuka forum, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah, Ph.D menekankan pentingnya kekompakan negara-negara ASEAN dalam melawan dengue karena penyakit ini mudah menyebar lintas batas. “Nyamuk itu tidak butuh paspor untuk pindah-pindah negara, jadi kita di ASEAN harus kompak melawannya. Kita memang tidak bisa mengatur cuaca atau menghentikan El Niño, tapi kita bisa melindungi warga dengan cara-cara yang lebih cerdas, seperti menggunakan teknologi nyamuk Wolbachia dan memperluas vaksinasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penurunan angka kasus dengue hingga 57 per 100.000 penduduk pada 2025 merupakan hasil pergeseran strategi yang lebih proaktif dan adaptif melalui perluasan teknologi Wolbachia dan penguatan cakupan vaksinasi.


Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, MKes, MMR menegaskan, “Pengendalian dengue harus bertumpu pada pencegahan dini sebagai fondasi utama, dimulai dari tingkat rumah tangga, diperkuat di komunitas, dan didukung kolaborasi lintas sektor yang konsisten. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri.” Ia menyebut KOBAR sebagai wadah independen lintas bidang yang menjembatani kebijakan, praktik lapangan, dan peningkatan kesadaran publik guna memastikan upaya pencegahan berjalan terintegrasi dan berdampak nyata. Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., yang menilai dengue bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga menyangkut ketahanan kesehatan dan perlindungan sosial, sehingga kebijakan pengendalian harus komprehensif dan diperkuat inovasi seperti vaksinasi dan Wolbachia untuk mencapai target Zero Dengue Deaths 2030.


Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, drg. Murti Utami, MPH menegaskan bahwa pengendalian dengue merupakan bagian penting dari pembangunan sistem kesehatan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah tengah memperbarui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 yang menitikberatkan pada deteksi dan diagnosis dini, penguatan tata laksana klinis dan sistem rujukan, inovasi pencegahan termasuk Wolbachia dan vaksinasi, komunikasi risiko, serta penguatan surveilans terintegrasi dan sistem peringatan dini. Forum ini juga menegaskan komitmen regional menuju Zero Dengue Deaths 2030 melalui kolaborasi lintas negara, penguatan kebijakan kawasan, riset dan inovasi, serta dukungan mitra seperti Takeda dan World Mosquito Program, guna membangun respons yang lebih prediktif, preventif, dan terkoordinasi dalam melindungi masyarakat ASEAN dari ancaman dengue.

Kamis, 12 Februari 2026

Sinergi dan Gotong Royong bersama Masyarakat dalam TMMD Ke-127 Kodim 0903/Bulungan

   


Bulungan - Kerja sama antara prajurit TNI-Polri dan masyarakat terus menunjukkan semangat gotong royong dalam pengerjaan sasaran utama program TMMD ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0903/Bulungan. Fokus utama kegiatan ini adalah pembukaan akses Jalan Usaha Tani sepanjang 3.500 meter dengan lebar 6 meter di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Jumat (13/02).


Sejak dimulainya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), progres pembangunan jalan terus meningkat berkat sinergi lintas sektor. Personel TNI dan Polri bahu-membahu bersama warga setempat mengerjakan penimbunan, perataan badan jalan, serta pembersihan jalur agar akses dapat segera dimanfaatkan masyarakat.


Semangat kebersamaan tampak jelas di lapangan. Warga dengan sukarela turut membantu pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga pengerjaan manual di titik-titik yang sulit dijangkau alat berat. Kehadiran aparat tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI-Polri dan masyarakat.


Pembukaan Jalan Usaha Tani ini diharapkan menjadi solusi penting bagi para petani Desa Salimbatu dalam mendistribusikan hasil pertanian. Akses jalan yang memadai akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya angkut, serta mendorong peningkatan perekonomian warga.


Program TMMD ke-127 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan desa. Dengan progres yang terus meningkat, masyarakat optimistis jalan tersebut segera rampung dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pertanian dan kesejahteraan desa.

Dari Pedalaman Koroway ke Sentani, Polri Amankan Kedatangan Tenaga Pendidik dan Medis

    


Jayapura – Kepolisian melalui Polsek Kawasan Bandara Polres Jayapura melaksanakan monitoring sekaligus pengamanan terhadap kedatangan sembilan orang tenaga pengajar dan tenaga perawat medis yang dievakuasi dari Koroway, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, dan tiba di Jayapura pada Kamis sore (12/02/2026).


Pesawat MAF jenis Codiak PK-MEF yang dipiloti Capt. Thomas Allen Bolser mendarat sekitar pukul 15.29 WIT. Satu per satu para guru dan perawat medis turun dari pesawat dengan raut wajah lelah namun lega. Mereka disambut oleh pihak penjemput, yakni Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa, serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage, Harun Djouwni, sebelum diarahkan menuju ruang rapat Kantor PT. MAF untuk beristirahat. 


Sembilan orang tersebut terdiri dari enam tenaga pengajar, yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Nonik, serta tiga tenaga perawat medis, Suster Grace, Rifal, dan Anton. Setelah beristirahat, rombongan kemudian meninggalkan area PT. MAF menuju penginapan di kawasan Jalan Pasir Sentani dengan pendampingan petugas.


Kedatangan mereka di Jayapura merupakan bagian dari upaya penyelamatan diri pasca aksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap pilot dan kopilot sehari sebelumnya yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Situasi tersebut membuat para tenaga pengajar dan tenaga medis di Koroway harus segera dievakuasi demi keselamatan jiwa.


Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP., menyampaikan bahwa peristiwa penembakan tersebut merupakan kejadian menonjol dan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Boven Digoel, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.


“Kejadian ini menjadi duka bersama bagi kami di Boven Digoel. Ini adalah peristiwa yang sangat menonjol dan baru pertama kali terjadi di wilayah kami. Kami merasakan betul dampaknya, bukan hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat,” ungkapnya.


Ia mengimbau para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang memiliki pengaruh di tengah warga agar turut berperan aktif menyampaikan pesan menenangkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.


“Kami berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu pemerintah menenangkan warga. Sampaikan bahwa situasi sedang ditangani oleh aparat keamanan, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau takut berlebihan,” lanjutnya.


Bupati juga menegaskan bahwa pihak keamanan dari TNI dan Polri telah mempersiapkan langkah-langkah untuk melakukan evakuasi terhadap para korban yang berada di Bandara Koroway Batu, termasuk memastikan proses tersebut berjalan dengan aman dan terkoordinasi.


“Pihak TNI dan Polri sudah mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi. Kami percaya aparat keamanan bekerja maksimal agar proses ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.


Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menegaskan bahwa Polri memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang menjadi korban situasi keamanan. 


“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas satuan terus dilakukan guna memastikan rasa aman tetap terjaga bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.

Peninjauan Jalan Usaha Tani 3,5 Km Warnai Pembukaan TMMD Ke-127 Kodim 0903/Bulungan

 


Bulungan – Usai resmi dibukanya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026, jajaran Satgas bersama Pemerintah Daerah langsung meninjau sasaran fisik berupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang 3,5 kilometer di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kamis (12/02).


Peninjauan dilakukan oleh Wadan Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0903/Bulungan, Letkol Inf May Artantio, S.H., bersama Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Jamal, S.H., M.A.P. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi sekaligus melihat langsung kondisi medan yang akan dikerjakan oleh Satgas TMMD.


Jalan usaha tani tersebut menjadi salah satu prioritas utama dalam program TMMD karena dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas para petani. Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, diharapkan distribusi hasil pertanian masyarakat menjadi lebih lancar, efisien, dan mampu meningkatkan perekonomian warga desa.


Wadan Satgas TMMD menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Selain membuka akses transportasi, program TMMD juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Sementara itu, Asisten I Setda Bulungan mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Ia berharap pengerjaan jalan usaha tani dapat berjalan lancar sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh warga Desa Salimbatu.


Melalui program TMMD Ke-127, diharapkan pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik semata, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembangunan RTLH TMMD Dimulai, Rumah Ibu Nurhazizah Masuki Tahap Pembongkaran

   


Bulungan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sasaran fisik pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu sasaran tersebut mulai dikerjakan dengan tahap awal pembongkaran rumah milik Ibu Nurhazizah, warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kamis (12/02).


Tahap pembongkaran dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat secara gotong royong. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum proses pembangunan rumah baru yang layak huni dimulai. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tampak jelas dalam pelaksanaan kegiatan, mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Program RTLH ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan layak. Dengan adanya pembangunan rumah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat serta memberikan rasa nyaman bagi keluarga.


Warga Desa Salimbatu menyambut baik kegiatan tersebut dan turut berpartisipasi membantu proses pembongkaran. Kehadiran Satgas TMMD dinilai membawa dampak positif, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.


Melalui program TMMD, TNI terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai kebutuhan pembangunan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong demi kemajuan desa. Program pembangunan RTLH ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.

Rabu, 11 Februari 2026

Perhatian Polda Papua, Atlet Sasana Ambroben Boxing Terima Bantuan Perlengkapan Latihan

  


Jayapura – Dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga kembali mendapat perhatian dari jajaran Polda Papua. 


Pelatih Sasana Ambroben Boxing Kabupaten Biak Numfor, Aipda Marlon Rumbiak, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Papua, Kombes Pol. Jan Makatita, S.I.K., atas bantuan perlengkapan latihan tinju yang diberikan kepada para atlet binaannya.


Bantuan berupa sarung tinju, pelindung kepala, dan punching pad tersebut dinilai sangat membantu proses latihan para atlet yang selama ini terus berlatih secara rutin untuk menghadapi berbagai kejuaraan. 


Marlon menuturkan bahwa perhatian yang diberikan bukan hanya sebatas bantuan perlengkapan, tetapi menjadi bentuk motivasi moral yang besar bagi para atlet muda di Biak Numfor untuk terus berprestasi.


“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak menjadi semakin semangat berlatih karena merasa diperhatikan. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dir Intelkam Polda Papua atas kepeduliannya terhadap pembinaan olahraga tinju di daerah,” ujar Marlon.


Sementara itu, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Jan Makatita, S.I.K., menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan positif generasi muda, termasuk melalui olahraga, merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia Papua yang sehat, disiplin, dan berprestasi.


“Olahraga adalah salah satu wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter generasi muda. Kami berharap melalui pembinaan seperti ini akan lahir atlet-atlet tinju berprestasi dari Biak Numfor yang dapat mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Kombes Pol. Jan Makatita.


Ia juga menambahkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas-tugas keamanan, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui dukungan nyata terhadap kegiatan yang berdampak positif, khususnya bagi generasi muda.


Dengan adanya dukungan tersebut, Sasana Ambroben Boxing Biak Numfor berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan secara maksimal demi peningkatan kualitas latihan serta pembinaan atlet tinju yang lebih baik ke depan.