View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Sabtu, 15 Agustus 2026

Cegah Api Kembali Berkobar, Danrem Pantau Langsung Pendinginan Kawasan TNBTS

 


PROBOLINGGO – Tidak ditemukannya titik api bukan berarti penanganan Karhutla di TNBTS berakhir. Karena itu, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., turun langsung meninjau proses penyisiran dan pendinginan di sejumlah kawasan terdampak, Jumat (14/8/2026).


Didampingi Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, Danrem memastikan personel gabungan bekerja menyisir setiap area yang masih memiliki potensi menyimpan bara. Pendinginan dilakukan pada lokasi bekas terbakar untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan lainnya.


Di lapangan, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Balai Besar TNBTS dan relawan bahu-membahu menangani dampak kebakaran. Danrem menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel sekaligus menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan sampai kondisi kawasan benar-benar aman.


“Yang kita kejar bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga potensi api yang bisa muncul kembali. Karena itu penyisiran dan pendinginan harus dilakukan dengan teliti dan menyeluruh,” tegas Danrem.


Korem 083/Baladhika Jaya memastikan penanganan Karhutla akan terus dikawal bersama seluruh unsur terkait. Nihil api bukan akhir pengawasan. Selama masih ada potensi bara, kewaspadaan tetap dijaga. Targetnya jelas: TNBTS aman, kebakaran tidak berulang, dan kawasan konservasi tetap terlindungi. :::

Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

    


Nabire – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Jhon Kogoya, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif.


Jhon Kogoya mengatakan, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, masyarakat di Papua Tengah, khususnya Nabire, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang beredar. Hal tersebut menyusul adanya isu mengenai larangan mengikuti kegiatan peringatan HUT RI yang disebut berasal dari kelompok-kelompok yang berseberangan.


Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi keamanan yang selama ini telah terjaga.


“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Kita harus bisa memilah informasi dan tidak memberikan kesempatan kepada pihak-pihak tertentu untuk memecah persatuan masyarakat,” kata Jhon.


Sebagai Ketua LMA sekaligus tokoh masyarakat, Jhon menegaskan bahwa kedamaian merupakan kepentingan bersama. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan ataupun melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


“Kami para tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat menginginkan Tanah Papua tetap aman dan damai. Karena itu, mari kita tinggalkan segala bentuk provokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, khususnya menjelang HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.


Lebih lanjut, Jhon menyampaikan bahwa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Salah satu sektor yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan.


Ia menilai masih terdapat anak-anak Papua yang harus berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut, kata Jhon, perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi muda Papua tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.


“Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk membangun masa depan Papua. Anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan meraih cita-cita. Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat mereka kehilangan masa depan,” tuturnya.


Jhon menambahkan, pihaknya akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendorong program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.


Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kepedulian antarsesama.


“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan menjaga kedamaian. Jangan terprovokasi oleh isu apa pun yang dapat mengganggu keamanan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Nabire dan Tanah Papua yang aman, damai serta sejahtera,” pungkas Jhon Kogoya.

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses

 


Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). Di tengah situasi yang masih berlangsung, Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat ke sejumlah titik terdampak.


Sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, mengamankan lokasi, membantu masyarakat, serta membuka akses jalan yang terdampak gempa. Perintah tersebut langsung direspons personel dari Batalyon B Pelopor yang bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.


Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan hingga kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat wisatawan yang terdampak. Personel juga membantu dua WNA yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya menuju RS Siloam Labuan Bajo.


Di Kabupaten Manggarai, personel Brimob turut bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung menuju area yang lebih aman. Personel juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.


Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung ke area yang lebih aman. Personel juga membersihkan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bantuan kesehatan bagi warga.


Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa. Sementara di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.


Dalam proses pencarian di Maumere, ditemukan tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses identifikasi. Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal karena syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.


Saat masyarakat masih menghadapi kepanikan pascagempa, Brimob sudah berada di lapangan. Dari evakuasi korban hingga membuka akses jalan, personel Satbrimob Polda NTT dikerahkan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.


Penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak gempa serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. :::

Jumat, 14 Agustus 2026

Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura

  



Jayapura - Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Christian Arebo, SH., M.Si.,mengatakan Laskar Merah Putih  Papua Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi KNPB pada tanggal  15 Agustus 2026, sebabnya Aparat Kepiolisian Perlu Bertindak Tegas.


"Kami menolak rencana aksi yang akan berlangsung di sejumlah titik berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diantisipasi sejak awal," ujar Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, SH., M.Si., kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


“Kami meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura,”ujar  Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo,, di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


Sebagaimana,   Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Papua meminta aparat keamanan di Kota Jayapura mengantisipasi dan menindak tegas pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dalam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 15 Agustus 2026.


Dikatakan,  aparat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan guna memastikan pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.


Yan juga menyinggung pengalaman kericuhan yang terjadi di Kota Jayapura pada 2019. Ia menyebut, berdasarkan pengalamannya, situasi saat itu turut dipengaruhi oleh masuknya kelompok-kelompok tertentu ke dalam rangkaian aksi.


Karena itu, pihaknya meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan maupun provokasi yang dapat memicu benturan di tengah masyarakat.


“Kami berharap aparat dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pihak-pihak yang melakukan tindakan provokatif atau mengganggu keamanan,” ujarnya.


 


Sementara itu, Wakil Sekretaris I  LMP Papua, Syarbun Yusuf menuturkan, bahwa seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi Kota Jayapura tetap aman dan kondusif serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.


"Kami menolak aksi - aksi anarkhir, sehinga kami himbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan hal - hal yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.


Senada dengan itu, Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Papua, Yona Windesi menuturkan, bahwa pandangan LMP Provinsi Papua terkait rencana aksi tanggal 15 Agustus 2026  sangta menolak tegas, sebab apabila hal ini dilakuan anarkhis dan buan aksi damai, tentunya ini merusak kamtibmas di Kota Jayapura.


"Kami belajar dari berbagai pengalaman, mislanya tahun 2019, sehingga kami ajak masyarakat untuk tidak terpaning dengan aksi kelompok tersebut," tandasnya.

Kamis, 13 Agustus 2026

Karhutla TNBTS Meluas, Water Bombing Kembali Digencarkan

 


PROBOLINGGO – Hampir 1.500 personel bersama masyarakat terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di bawah koordinasi Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., operasi pemadaman dilakukan melalui penguatan personel darat dan dukungan water bombing.


Perkembangan situasi menunjukkan api di kawasan Bukit Cinta telah merambat menuju Bukit Kingkong dan sekitar Seruni Point. Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus karena medan yang sulit, vegetasi kering, serta hembusan angin berpotensi menyebabkan api kembali berpindah. Tim di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.


Danrem mengatakan pengendalian Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. “Personel saat ini bersama masyarakat hampir 1.500 orang. Kita akan terus menyesuaikan perkembangan dan mengejar target pemadaman sesuai rencana,” ujarnya. Kekuatan tersebut dibagi untuk melaksanakan pemadaman, pendinginan, patroli, pemantauan, serta pengamanan di sejumlah lokasi rawan.


Untuk titik yang tidak memungkinkan dijangkau secara optimal melalui jalur darat, operasi water bombing kembali dilakukan. Sedikitnya tiga sorti penerbangan helikopter telah dilaksanakan hingga pagi hari. Operasi udara tersebut diarahkan untuk membantu menjangkau titik api yang berada di lereng dan kawasan berketinggian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.


Selain memadamkan api, tim juga terus memantau hotspot yang dapat menjadi sumber munculnya titik api baru. Danrem mengingatkan bahwa kondisi kawasan yang kering membuat upaya pendinginan dan pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan. “Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi juga harus memastikan tidak ada titik panas yang kembali berkembang,” katanya.


Luasan kawasan terdampak sementara diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare dan masih terus diperbarui berdasarkan perkembangan di lapangan. Korem 083/Baladhika Jaya bersama seluruh unsur Satgas Karhutla berkomitmen mempertahankan operasi secara terpadu sampai situasi benar-benar terkendali. Keselamatan personel, masyarakat, dan kelestarian kawasan TNBTS menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan. :::

Minggu, 09 Agustus 2026

Danrem 083/Bdj Turun Langsung ke Bromo, Pastikan Karhutla Tak Meluas

 


Probolinggo – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Minggu (9/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini sekaligus melihat kesiapan penanganan di lapangan.


Didampingi Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo, Danrem meninjau sejumlah titik terdampak kebakaran serta melihat secara langsung aktivitas personel dalam melakukan penanganan. Dari lokasi, Danrem memastikan setiap perkembangan situasi terus dipantau sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus menegaskan bahwa kondisi kawasan harus menjadi perhatian serius. Kecepatan bertindak menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas, terlebih kawasan Bromo merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur.


“Yang paling penting adalah memastikan kondisi di lapangan terus terpantau, personel tetap siap, dan setiap perkembangan segera diantisipasi. Jangan sampai kebakaran meluas,” tegas Danrem.


Danrem juga memberikan apresiasi kepada personel Kodim 0820/Probolinggo dan unsur terkait yang telah bekerja di lapangan. Ia meminta kesiapsiagaan terus dipertahankan, termasuk melalui pemantauan dan langkah pencegahan secara berkelanjutan.


Peninjauan tersebut menjadi wujud komitmen Korem 083/Baladhika Jaya dalam mendukung penanganan karhutla sekaligus menjaga kelestarian kawasan Bromo. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kawasan tetap aman dan mencegah dampak kebakaran semakin meluas. :::