View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Senin, 21 September 2026

Tiga Fasilitas Rampal Diresmikan, Jadi Ruang Olahraga dan Interaksi TNI-Masyarakat

 


Malang – Kawasan Lapangan Rampal semakin hidup dengan hadirnya tiga fasilitas baru yang dapat dinikmati bersama. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., meresmikan Cafe Teras Rampal, Revitalisasi Lapangan Tenis Rampal dan Lapangan Mini Soccer Korem Malang, Minggu (20/9/2026).


Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat fungsi Rampal sebagai ruang olahraga sekaligus ruang interaksi. Prajurit TNI dan masyarakat umum dapat memanfaatkan fasilitas sesuai peruntukannya.


Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., menilai keberadaan fasilitas yang terbuka bagi masyarakat dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kebersamaan yang lebih dekat.


“Kita ingin Rampal tidak hanya menjadi tempat kegiatan prajurit, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Olahraga mempertemukan kita dalam suasana yang sehat, positif dan penuh kebersamaan,” ungkap Danrem.


Danrem berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus dirawat bersama sehingga keberadaannya memberikan manfaat berkelanjutan bagi prajurit maupun masyarakat. ::::

Gerak Cepat Tangani Karhutla, Kapolsek Yendidori Bersama Tim Gabungan dan AWC Padamkan Api di Kampung Padwa Pantai

 


Jayapura – Polsek Yendidori bersama Tim Gabungan Pemadam Kebakaran dan Tim AWC Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di belakang permukiman warga Kampung Padwa Pantai, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Senin (21/09/2026) malam.


Kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya api di area lahan yang berada di belakang rumah warga sekitar pukul 21.00 WIT. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Yendidori dengan melakukan koordinasi bersama Polres Biak Numfor dan tim gabungan.


Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., melalui Kapolsek Yendidori IPTU Lababa mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, dirinya bersama personel langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan penanganan.


“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Biak Numfor dan tim gabungan. Personel kemudian bergerak ke lokasi untuk memastikan api tidak mendekati permukiman warga,” ujar IPTU Lababa.


Sekitar pukul 21.07 WIT, Kapolsek Yendidori bersama anggota tiba di lokasi. Tim AWC Polres Biak Numfor bersama Tim Gabungan Pemadam Kebakaran dari unsur TNI, Kodim dan Yonif TP 858/MSB kemudian melakukan pemadaman terhadap titik api.


Dengan menggunakan kendaraan AWC dan peralatan pemadaman lainnya, tim gabungan melakukan penyiraman secara intensif hingga api berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak lagi membahayakan permukiman warga di sekitar lokasi.


“Api berhasil dikendalikan. Monitoring dan penanganan Karhutla selesai sekitar pukul 23.10 WIT dalam keadaan aman dan terkendali. Setelah dipastikan situasi aman, seluruh tim kembali ke kesatuan masing-masing,” jelasnya.


Dalam penanganan tersebut, turut terlibat Kasat Samapta Polres Biak Numfor AKP Kartiko, S.H., Kapolsek Yendidori IPTU Lababa, Kanit Intel Polsek Yendidori Bripka Regens Kapisa, personel Polres Biak Numfor serta personel TNI yang tergabung dalam tim gabungan.


Polres Biak Numfor mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut sehingga dapat ditangani dengan cepat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih dalam kondisi cuaca yang kering karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas.


“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin. Kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” pungkas IPTU Lababa.


Polres Biak Numfor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla.


Memasuki Satu Bulan, Tim AWC Polres Biak Numfor Terus Berjibaku Padamkan Karhutla di Yendidori

 


Jayapura – Memasuki satu bulan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, personel Polres Biak Numfor terus berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.


Tim Armored Water Cannon (AWC) Polres Biak Numfor yang dipimpin Kasat Samapta AKP Kartiko, S.H., masih disiagakan di lokasi untuk melakukan penyiraman dan pemadaman pada titik-titik api yang masih ditemukan, khususnya di sekitar kawasan yang berada di pinggir jalan raya Yendidori.


Kondisi cuaca yang kering serta hembusan angin membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan secara berulang. Untuk itu, personel di lapangan terus melakukan pemantauan sekaligus penyiraman guna mencegah api kembali muncul dan merambat ke area lainnya.


Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., melalui Kasat Samapta AKP Kartiko, S.H., mengatakan bahwa pihaknya bersama personel Samapta terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan satu unit kendaraan AWC serta peralatan pendukung lainnya.


“Kami sudah hampir satu bulan berjibaku di lokasi ini. Pemadaman terus kami lakukan agar api tidak meluas, sekaligus mencegah asap mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di Distrik Yendidori,” ujar AKP Kartiko.


Selain melakukan pemadaman, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar lokasi agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya titik api baru yang dapat menimbulkan kabut asap serta berdampak terhadap lingkungan.


“Yang tidak kalah penting adalah pencegahan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas,” tambahnya.


Hingga saat ini, Tim AWC Polres Biak Numfor masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api yang masih muncul. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.


Polres Biak Numfor mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110.

Beban Dengue Meningkat, Kolaborasi Lintas Sektor Didorong

  


Jakarta, 16 September 2026 – Dengue tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap perekonomian dan keuangan keluarga. Studi yang dipresentasikan pada Asia Dengue Summit ke-9 memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai USD 550,9 juta atau hampir Rp9 triliun pada 2024, dengan lebih dari 2 juta kunjungan rawat inap.


Temuan tersebut mendorong Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue agar pencegahan dengue menjadi bagian dari prioritas nasional. Indonesia sebagai negara tropis dengan kondisi hiperendemis menghadapi risiko penularan sepanjang tahun.


Peneliti senior Universitas Gadjah Mada, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA., M.Kes., mengatakan beban dengue tidak hanya ditanggung sistem kesehatan, tetapi juga keluarga.


“JKN belum menghapus beban ekonomi di tingkat rumah tangga. Pasien yang tercakup JKN tetap mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp1,09 juta hingga Rp1,33 juta per episode, sementara pasien tanpa asuransi dapat mencapai Rp4,27 juta hingga Rp5,60 juta. Karena itu, pencegahan dengue menjadi cara nyata untuk mengurangi tekanan ekonomi keluarga,” ujarnya.


Selain pengendalian vektor melalui PSN 3M Plus, Jumantik, surveilans dan deteksi dini, vaksinasi juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan. Studi Universitas Gadjah Mada menunjukkan vaksinasi dengue pada anak usia sekolah berpotensi cost-effective serta memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan biaya perawatan, kehilangan produktivitas, dan absensi sekolah.


Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, M.Kes., M.M.R., menegaskan bahwa dengue dapat dikendalikan melalui kolaborasi berbagai pihak.


“Dengue bukan penyakit yang tidak dapat dikendalikan. Pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat perlu membangun gerakan bersama melalui pencegahan, deteksi dini, pengendalian vektor, inovasi kesehatan, dan edukasi berkelanjutan,” katanya.


KOBAR juga menyambut penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 oleh Kementerian Kesehatan sebagai langkah memperkuat pencegahan dan pengendalian dengue secara terintegrasi.


Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, menyampaikan komitmen pemerintah untuk mencapai Zero Dengue Deaths 2030.


“Pencegahan dengue harus dipandang sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan ketahanan bangsa. RAN Pengendalian Dengue 2026–2029 disusun untuk memperkuat surveilans, pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, serta kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.


KOBAR mengajak pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam pengendalian dengue. Upaya tersebut mencakup edukasi, PSN 3M Plus, surveilans, deteksi dini, penguatan layanan kesehatan, serta pemanfaatan inovasi seperti Wolbachia dan vaksinasi sesuai kebijakan pemerintah.

Rabu, 16 September 2026

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif

 



Jayapura – Tokoh Adat Wilayah Saireri di Kota Jayapura, Khon Celvin Imbiri, mengimbau seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Jayapura maupun Tanah Papua secara luas.


Imbauan tersebut disampaikan mengingat situasi dan kondisi di wilayah Kota Jayapura saat ini masih berada dalam keadaan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipertahankan melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.


“Situasi dan kondisi saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kota Jayapura. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas agar suasana damai dan kondusif ini tetap terpelihara,” ujar Khon Celvin Imbiri.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.


“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bersama-sama menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Saring sebelum sharing,” katanya.


Sebagai Tokoh Adat Wilayah Saireri, Khon Celvin turut mengingatkan para pemuda agar tidak mudah dimobilisasi untuk melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, menimbulkan keresahan, maupun merusak fasilitas publik.


Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui cara-cara yang damai, bermartabat, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.


Menanggapi rencana aksi demonstrasi pada 30 September 2026 yang dikaitkan dengan peringatan maupun penyampaian penolakan terhadap Roma Agreement dengan tema “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”, Khon Celvin menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara.


“Namun demikian, hak tersebut hendaknya dilaksanakan secara damai, tertib, bertanggung jawab, tanpa kekerasan, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemuda untuk menjaga persatuan serta tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat mengganggu situasi keamanan di Kota Jayapura dan Tanah Papua.


“Mari kita jaga persatuan, hindari tindakan provokatif, jangan menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi. Bersama-sama kita jaga Kota Jayapura dan Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutur Khon Celvin.


Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga Tanah Papua melalui tindakan yang mengedepankan kedamaian, persatuan, serta sikap yang bermartabat dalam menyampaikan setiap aspirasi.


“Mari kita jaga Tanah Papua dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” pungkasnya.

Senin, 14 September 2026

Mobil Masuk Parit, TNI Turun Tangan Evakuasi Korban

 


Tanah Bumbu – Danramil 1022-01/Simpang Empat, Kapten Inf Joko Setio Permono, bersama anggota Koramil turun langsung membantu evakuasi korban kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.


Kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil masuk ke parit akibat pengemudi diduga mengantuk saat berkendara. Korban segera dievakuasi oleh anggota Koramil dengan menggunakan mobil Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) yang kebetulan melintas di lokasi, untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.


Danramil 1022-01/Simpang Empat, Kapten Inf Joko Setio Permono, menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam membantu masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial.


“Kami hadir bukan hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Evakuasi korban kecelakaan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap keselamatan warga. Semoga korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas,” tegas Kapten Inf Joko Setio Permono.


Suasana evakuasi berlangsung cepat dan tertib berkat kerja sama antara anggota Koramil, pihak DLLAJ, serta masyarakat yang melintas di Jalan Darma Praja Gunung Tinggi dan turut membantu di lokasi kejadian. :::