View AllNews

Sosial

Daerah

Latest News

Kamis, 09 April 2026

Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian

 



Jayapura — Menyikapi meningkatnya rencana aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Papua yang mengangkat isu hak penentuan nasib sendiri, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.


Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia–Papua yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee, mengajak seluruh elemen masyarakat, baik peserta aksi maupun warga umum, untuk menyikapi dinamika yang berkembang dengan bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.


Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi, namun harus dilakukan secara damai dan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.


“Kita semua harus memahami bahwa menyampaikan pendapat itu adalah hak, tetapi harus dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tidak merugikan kepentingan masyarakat luas,” ujar Max Ohee.


Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memperkeruh suasana dan memicu konflik di tengah masyarakat.


“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan isu yang berkembang. Saring setiap informasi sebelum dibagikan, karena hal itu sangat menentukan situasi keamanan di Papua,” tegasnya.


Lebih lanjut, Max Ohee mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada.


“Papua adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian ini dengan saling menghargai dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan,” tambahnya.


Di sisi lain, aparat keamanan disebut telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dengan pendekatan humanis guna memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk aksi penyampaian aspirasi, dapat berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.


Masyarakat pun diharapkan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa serta terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Situasi yang aman dan kondusif dinilai menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga stabilitas serta kedamaian di Papua.

Polisi Atur Lalu Lintas di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai

  


BADUNG – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melakukan pengaturan arus kendaraan di kawasan Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (9/4/2026).


Pengaturan dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di area yang kerap dipadati kendaraan, khususnya pada jalur keberangkatan dan kedatangan penumpang.


Sejumlah personel tampak berjaga di titik-titik strategis, seperti area drop off, pick up, dan penyeberangan pejalan kaki. Petugas mengarahkan kendaraan agar tetap bergerak dan tidak berhenti terlalu lama di badan jalan.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., mengatakan, kehadiran personel di lapangan bertujuan mengantisipasi kepadatan serta memastikan arus kendaraan tetap tertib.


“Penempatan anggota dilakukan di titik rawan kepadatan untuk membantu mengurai antrean kendaraan, sehingga aktivitas di terminal domestik dapat berjalan lancar,” ujarnya.


Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas ini rutin dilakukan, terutama pada jam sibuk, seiring tingginya mobilitas penumpang di kawasan bandara.


Dengan adanya pengaturan tersebut, arus lalu lintas di Terminal Domestik terpantau lancar dan terkendali.(hms26)

Rabu, 08 April 2026

Pererat Sinergitas Melalui Olahraga, Tim Minisoccer Polda Papua Taklukkan Pertamina Patra Niaga dalam Laga Persahabatan


 

Jayapura – Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan sinergitas antarinstansi, jajaran Polda Papua menggelar pertandingan persahabatan Minisoccer melawan Tim Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Pertandingan yang berlangsung penuh semangat ini digelar di Lapangan Bagus Minisoccer Jayapura, Rabu (08/04/2026) sore.


Kegiatan ini semakin meriah dengan kehadiran Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., yang turun langsung ke lapangan untuk memperkuat Tim Polda Papua. Turut mendampingi beliau, Dir Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dan Dir Polairud Polda Papua, Kombes Pol Dr. Tri Setyadi Artono, S.H., S.I.K., M.H.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama seperti ini merupakan sarana yang efektif dalam mempererat sinergitas dan soliditas antar instansi.


“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta membangun kekompakan antara Polda Papua dan Pertamina Patra Niaga,” ujar Wakapolda.


Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan olahraga, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan jasmani sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan kerja.


Sementara itu, secara tidak langsung disampaikan bahwa pertandingan ini menjadi momentum positif dalam menjaga hubungan harmonis antara Polri dengan mitra strategis, khususnya di wilayah Papua dan Maluku.


Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan sinergitas antar lembaga serta dalam rangka menciptakan suasana yang harmonis dan produktif.

Senin, 06 April 2026

Tokoh Kamoro di Mimika Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi 7 April

 



Mimika - Tokoh masyarakat Suku Kamoro di wilayah Kabupaten Mimika, Hilarius Samin, mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam rencana aksi pada 7 April 2026 yang mengusung agenda penutupan PT Freeport Indonesia, Senin (06/04).


Imbauan tersebut disampaikan sebagai respons atas beredarnya ajakan aksi di media sosial dan kelompok komunikasi masyarakat. Hilarius Samin menilai bahwa aksi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan tidak membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kab. Mimika.


Ia menyampaikan bahwa selama ini keberadaan PT Freeport Indonesia telah memberikan berbagai kontribusi bagi masyarakat, terutama bagi suku asli seperti Kamoro dan Amungme, serta suku-suku lain yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.


“Banyak hal yang telah diberikan oleh Freeport kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini sangat membantu dalam pembangunan daerah,” ujarnya.


Terkait rencana aksi pada 7 April, Hilarius mengaku telah memantau perkembangan informasi yang beredar dan secara aktif mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda Kamoro di Kota Timika, agar tidak ikut terlibat.


“Saya sudah mengarahkan pemuda-pemuda Kamoro agar menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam aksi tersebut, karena dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.


Menurutnya, aksi yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan benturan di lapangan dan justru merugikan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban.


Secara tidak langsung, ia juga menekankan pentingnya menyikapi setiap isu dengan bijak serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan dari pihak-pihak tertentu yang dapat memicu ketegangan sosial.


“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi yang aman dan damai di Mimika serta tidak terpengaruh oleh isu maupun ajakan yang dapat membawa dampak negatif,” tambahnya.


Sebagai tokoh yang memiliki pengaruh di kalangan masyarakat Kamoro, Hilarius Samin juga menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat luas agar menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang dan setelah tanggal 7 April 2026.

Minggu, 05 April 2026

Tokoh Pemuda Papua Ajak Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas

 



Jayapura - Tokoh pemuda di Tanah Papua yang juga merupakan mantan Ketua BEM Uncen, Yops Itlay, menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam menyikapi rencana aksi penyampaian aspirasi pada 7 April 2026, Senin (06/04).


Dalam pernyataannya, Yops Itlay menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan dengan cara yang baik, damai, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan, khususnya di wilayah Kota Jayapura.


“Saya mengajak teman-teman semua, apabila ingin menyampaikan aspirasi, tetap menjaga keamanan, kedamaian, dan kamtibmas di Tanah Papua, lebih khusus di Kota Jayapura,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib dan damai akan lebih mudah diterima serta disampaikan kepada pihak yang berwenang.


“Agar aspirasi yang kita sampaikan dapat terakomodir dengan baik, maka harus dilakukan secara tertib, tidak anarkis, dan tetap menghormati aturan yang berlaku,” tambahnya.


Selain itu, Yops Itlay mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, baik melalui media sosial maupun informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi memicu gangguan keamanan.


Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat demi terciptanya suasana yang kondusif di Kota Jayapura. 


“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Jayapura dan tidak mudah terprovokasi, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.


Yops Itlay juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan kedamaian dalam setiap tindakan, serta menjaga persatuan demi kebaikan bersama di Tanah Papua.

Tokoh Gereja Imbau Masyarakat Papua Tidak Terlibat Aksi Demo Tanpa Izin

 



Jayapura, Senin 06 April 2026 - Tokoh gereja Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th., M.Th., menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa di Papua agar tidak terlibat dalam rencana aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026 di Kantor DPR Provinsi Papua.


Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa rencana aksi tersebut belum memiliki izin resmi dari pihak kepolisian, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi peserta yang terlibat.


“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua dan mahasiswa agar tidak ikut dalam aksi demo tersebut karena belum ada izin dari kepolisian. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan korban yang tidak perlu,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan penyampaian aspirasi harus dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Menurutnya, aksi tanpa izin dapat berujung pada tindakan penegakan hukum oleh aparat keamanan.


Lebih lanjut, Pdt. Yones Wenda mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Tanah Papua agar tetap aman dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dapat berjalan dengan baik.


“Marilah kita jaga diri kita, jaga masyarakat kita, dan jaga tanah Papua ini supaya tetap aman dan terkendali, sehingga masyarakat bisa bebas mencari makan,” katanya.


Secara khusus, ia juga memberikan pesan kepada kalangan mahasiswa agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak terpengaruh untuk ikut serta dalam aksi yang berisiko mengganggu masa depan mereka.


“Kepada mahasiswa, saya berharap agar tetap mengikuti perkuliahan dengan baik. Kalian adalah generasi penerus yang akan memimpin Papua ke depan, sehingga jangan sampai terlibat dalam kegiatan yang dapat merugikan studi kalian,” tegasnya.


Di akhir pernyataannya, ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung aparat keamanan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Papua, serta menjaga persatuan demi terciptanya kedamaian.


“Sekali lagi saya mohon kepada seluruh masyarakat Papua, jangan terlibat dalam aksi demo tersebut. Mari kita bersama menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.